Dompet Ummat Distribusikan Air Bersih untuk Warga Kubu Raya Terdampak Kemarau dan Karhutlah

Direktur Eksekutif Dompet Ummat, Nurhayati mengatakan, distribusi dilakukan setelah menerima laporan dari masyarakat terkait kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari

AIR BERSIH - Dompet Ummat mendistribusikan air bersih di Dusun Sidomulyo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih di tengah kemarau dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)

KabarKalimantan.id – 208 warga di Dusun Sidomulyo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih di tengah kemarau dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda. Sabtu (15/8/2026)

Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, DMC Dompet Dhuafa bersama Dompet Ummat mendistribusikan bantuan air bersih kepada 49 kepala keluarga (KK) terdampak.

Dari 208 warga penerima bantuan, 67 di antaranya merupakan anak-anak dan 15 orang lanjut usia (lansia). Warga setempat dilaporkan telah menghadapi kekeringan selama sekitar dua bulan terakhir.

Direktur Eksekutif Dompet Ummat, Nurhayati mengatakan, distribusi dilakukan setelah menerima laporan dari masyarakat terkait kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga : El Nino Semakin Kuat, Kemenhut Siaga Karhutla di Perbatasan Negeri

“Ketika ada beberapa perwakilan masyarakat yang menyampaikan kebutuhan air bersih karena mengalami kekeringan, tentu ini menjadi perhatian bagi kami. Air adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda,” ujar Nurhayati.

Menurutnya, bantuan air bersih disalurkan dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan, terutama untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Kami berharap air yang disalurkan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga, terutama untuk kebutuhan rumah tangga,” katanya.

Kekeringan yang berkepanjangan tidak hanya menyulitkan warga mendapatkan air untuk dikonsumsi, tetapi juga berdampak terhadap kebutuhan sanitasi. Warga bahkan mulai melaporkan sejumlah keluhan kesehatan, seperti sakit mata dan demam.

Salah seorang warga, Sri Mawarni, mengatakan masyarakat setempat telah mengalami kekeringan selama sekitar dua bulan. Selama itu, sebagian warga terpaksa mengandalkan tampungan air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Sudah sekitar dua bulan mengalami kekeringan. Biasanya untuk minum kami menggunakan air hujan, tetapi kualitas air hujannya juga kurang baik. Kami hanya menantikan hujan,” tuturnya.

Kondisi tersebut semakin dirasakan warga lantaran lokasi karhutla berada tidak jauh dari kawasan permukiman.

Warga lainnya, Elipriyanto, mengatakan bantuan air bersih disambut antusias oleh masyarakat. Warga berdatangan untuk mengambil air yang didistribusikan hingga malam hari.

“Kami berterima kasih kepada DMC Dompet Dhuafa dan Dompet Ummat yang sudah membantu menyediakan air bersih untuk warga. Bahkan sampai larut malam warga antusias mengambil air,” ujarnya.

Nurhayati turut menyampaikan apresiasi kepada DMC Dompet Dhuafa, para donatur, serta masyarakat yang telah mendukung penyaluran bantuan tersebut.

“Kami berterima kasih kepada DMC Dompet Dhuafa, para donatur, dan masyarakat yang terus mempercayakan amanahnya kepada Dompet Ummat. Insyaallah, setiap kepedulian yang diberikan akan kami upayakan agar manfaatnya sampai kepada mereka yang membutuhkan,” katanya.

Ia berharap distribusi air bersih dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meringankan dampak kekeringan yang terjadi di tengah kondisi karhutla di Kubu Raya. (*)