News  

Kawasan Industri Pulau Penebang Perkuat Ketangguhan Masyarakat Melalui Program Desa Tangguh Bencana

Peserta mengikuti praktik penggunaan alat pemadam kebakaran pelatihan Program Desa Tangguh Bencana (Destana) yang diselenggarakan Kawasan Industri Pulau Penebang di Dusun Kelawar, Desa Pelapis, Kabupaten Kayong Utara. Program ini menjadi langkah awal Kawasan Industri Pulau Penebang memperkuat kapasitas masyarakat menghadapi kebakaran hutan dan lahan, kebakaran permukiman, serta berbagai potensi bencana lainnya melalui peningkatan keterampilan dan kesiapsiagaan berbasis komunitas.

KabarKalimantan.id – Ketangguhan masyarakat menjadi pondasi penting membangun lingkungan yang aman dan berkelanjutan. Berangkat dari semangat tersebut, Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), meluncurkan Program Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara.

Program ini merupakan bagian dari komitmen Kawasan Industri Pulau Penebang untuk memperkuat kapasitas masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah kepulauan. Tidak hanya meningkatkan kesiapsiagaan, Destana juga bertujuan membangun budaya sadar bencana lewat keterlibatan aktif masyarakat sebagai garda terdepan mitigasi dan penanganan awal keadaan darurat.

Sebagai rangkaian awal program, pada pekan lalu, Kawasan Industri Pulau Penebang menyelenggarakan pelatihan penanggulangan kebakaran di Dusun Kelawar, Desa Pelapis. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat dan aparatur desa melalui pembekalan mengenai dasar-dasar penanganan kebakaran, pengenalan berbagai jenis peralatan pemadam kebakaran, serta demonstrasi dan praktik langsung penggunaan peralatan di lapangan.

Melalui sesi praktik tersebut, peserta memperoleh pengalaman langsung mengoperasikan peralatan pemadam kebakaran sehingga memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar untuk melakukan respons cepat ketika menghadapi kebakaran hutan dan lahan, kebakaran permukiman, maupun kondisi darurat lainnya.

External Relations Manager KIPP, Sugeng Sulistiyo, mengatakan bahwa Desa Pelapis memiliki karakteristik wilayah yang membutuhkan kesiapsiagaan terhadap berbagai jenis bencana. Selain potensi kebakaran hutan dan lahan, kondisi geografis sebagai wilayah kepulauan juga menuntut masyarakat memiliki kemampuan menghadapi cuaca ekstrem dan keadaan darurat di perairan.

“Program Desa Tangguh Bencana ini kami lakukan sebagai program yang berkelanjutan. Pelatihan penanganan kebakaran merupakan tahap awal. Ke depan, masyarakat juga akan mendapatkan pelatihan mengenai kesiapsiagaan menghadapi cuaca buruk, keselamatan di wilayah perairan, serta teknik pertolongan dan evakuasi dasar. Harapannya, masyarakat memiliki kapasitas yang lebih lengkap menghadapi berbagai potensi risiko bencana di wilayahnya,” ujar Sugeng.

Melalui pendekatan tersebut, Destana tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga mendorong terbentuknya sistem kesiapsiagaan berbasis masyarakat yang mampu merespons berbagai ancaman secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, perusahaan, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci mewujudkan desa yang lebih tangguh terhadap bencana.

Ke depan, Kawasan Industri Pulau Penebang akan terus mengembangkan rangkaian kegiatan Destana secara bertahap melalui berbagai pelatihan dan simulasi kebencanaan yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah Desa Pelapis. Dengan demikian, program ini diharapkan mampu menjadi model penguatan kapasitas masyarakat berbasis komunitas di Kabupaten Kayong Utara sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan.