KabarKalimantan.id — Raksasan Minyak dan Gas (Migas) asal Italia yakni ENI S.p.A. memula investasi di Kalimantan Timur dengan nilai US$ 14,8 miliar atau setara Rp 240,5 trilun.
Perusahaan besar asal Italia ini merupakan perusahaan minyak dan gas multinasional yang berkantor pusat di Roma. Dianggap sebagai salah satu dari tujuh perusahaan minyak “superbesar” di dunia oleh CEO Claudio Descalzi.
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melalui Wakil Kepala SKK Migas Shinta Damayanti merinci, untuk bagian Southern Hub (IDD) ENI mengucurkan dana sebesar US$ 3,4 miliar atau setara Rp 55,2 triliun dan di Northern Hub sebesar US$ 11,4 miliar setara Rp 185,2 triliun.
Shinta mengatakan, revisi Plan of Development (PoD) lapangan migas tersebut dilakukan pada tahun 2024 ini, sedangkan untuk waktu operasi atau onstream ditargetkan dilakukan pada tahun 2027 mendatang.
“Untuk IDD ini di telah dilaksanakan revisi PoD Southern dan Northern di 2024 onstream 2027,” Ungkap Shinta yang dikutip dari RDP Komisi VII DPR RI, Jakarta.
Shinta menambahkan jika bagian Southern Hub (IDD) meliputi wilayah Gendalo-Gandang, sedangkan untuk Northern Hub mencakup wilayah Gehem-Geng North. Tak hanya itu, cadangan migas yang terhitung tersedia di lapangan IDD sebesar 2,67 TCF gas bumi dan 66 juta barel minyak mentah.
Untuk diketahui jika perusahaan asal Italia itu telah memiliki hak partisipasi di wilayah kerja migas di Kalimantan Timur. Sebabnya ENI telah mengakuisisi hak partisipasi Neptune dan pengembangan IDD dari Chevron.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif beberapa waktu lalu saat perwakilan ENI bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara bahas investasi ENI di Indonesia pada awal Februari 2024 dan menyampaikan jika ENI sudah mulai beroperasi.
“Ya ENI kan sudah beroperasi di situ, dia sudah di situ. Tadinya dia gabung dengan Neptune lalu Neptune farm out (keluar), lepas sahamnya diambil ENI. Jadi sekarang 100%. Sebelumnya grup ini juga mengakuisisi IDD-nya Chevron,” jelas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif kepada wartawan saat ENI datang ke Istana Kepresidenan, beberapa waktu lalu.
Arifin mengharapkan ENI akan memulai produksinya pada tahun depan. Adapun produksi gas yang ditargetkan mencapai 6,8 Triliun Cubic Feet (TCF). Dalam pertemuan tersebut beberapa menteri juga ikut mendampingi Jokowi dalam pertemuan itu, seperti Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.














