KabarKalimantan.id – Pembangunan akses jalan menuju Bandar Udara (Bandara) Singkawang, yang merupakan salah satu proyek strategis di Kota Singkawang, menunjukkan perkembangan positif. Progres pengerjaan tahap kedua jalan tersebut saat ini telah mencapai 25 persen, mencakup sekitar 1,5 kilometer dari total panjang yang harus diselesaikan, yakni 6 kilometer.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, saat meninjau langsung lokasi pekerjaan pada Senin (29/9/2025), mengungkapkan optimisme pemerintah daerah. Proyek jalan tahap kedua ini merupakan kelanjutan dari tahap pertama sepanjang 4 kilometer yang telah rampung sebelumnya.
“Jalan ini melanjutkan yang sudah dikerjakan sebelumnya. Tahap pertama 4 kilometer, dan sekarang sepanjang 6 kilometer yang sedang dikerjakan. Progresnya sudah 25 persen,” kata Wali Kota.
Target Penyelesaian dan Fokus pada Saluran Air
Pemerintah Kota Singkawang berupaya maksimal untuk menyelesaikan pembangunan jalan tahap kedua ini tepat waktu, dengan target rampung pada akhir tahun 2025.
“Artinya masih ada 75 persen lagi yang akan kita selesaikan sampai akhir tahun ini. Mudah-mudahan bisa segera rampung sesuai jadwal,” tambahnya.
Selain fokus pada konstruksi badan jalan, Tjhai Chui Mie juga menyoroti aspek teknis krusial lainnya, yaitu pembangunan saluran air di sepanjang jalur tersebut. Ia menekankan bahwa kondisi lahan dan aspek teknis harus diperhatikan secara detail agar saluran dapat berfungsi optimal.
“Kita juga fokus pada saluran di sepanjang jalan menuju bandara ini, semua harus memperhatikan aspek teknisnya, agar saluran ini benar-benar berfungsi dengan baik,” jelasnya.
Apresiasi Atas Dukungan Balai Jalan Kalbar
Kelancaran proyek ini, menurut Wali Kota, tidak lepas dari kolaborasi yang baik antar instansi. Ia menyampaikan apresiasi kepada Balai Jalan Kalimantan Barat (Kalbar) yang terlibat aktif sejak fase perencanaan hingga pengerjaan di lapangan.
“Saya berterima kasih kepada Kepala Balai dan jajaran Balai Jalan Kalbar yang sudah turun langsung dan melakukan sinkronisasi desain dengan Pemkot Singkawang. Ini penting supaya pengerjaan bisa berjalan sesuai rencana,” pungkasnya, menandakan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan pusat dalam mewujudkan infrastruktur strategis ini.










