Polda Kalsel Targetkan Panen Jagung 9 Ton per Hektare di Lahan Rawa

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan

KabarKalimantan.id — Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) menargetkan hasil panen jagung sebanyak sembilan ton per hektare pada musim tanam mendatang di lahan rawa Jalan Gubernur Syarkawi Km 17, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menyampaikan bahwa hasil panen perdana pekan lalu mencapai lima ton per hektare. Dengan kondisi tanah yang semakin subur dan penggunaan bibit unggul hasil riset tim ahli pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM), target sembilan ton dinilai realistis.

“Tim Fakultas Pertanian ULM telah menemukan varietas jagung yang tahan terhadap kelebihan air di lahan rawa. Ini menjadi solusi yang sangat penting bagi pengembangan pertanian di dataran rendah Kalimantan Selatan,” ujar Yudha di Banjarbaru, Sabtu (14/6).

Jagung yang dibudidayakan merupakan jenis jagung pakan ternak. Program ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan industri dan peternakan, sehingga dapat membantu mengurangi ketergantungan pada pakan komersial dan menstabilkan harga telur serta daging ayam.

Menurut Yudha, swasembada jagung akan memberikan efek positif terhadap program ketahanan pangan nasional secara menyeluruh.

Selain di Kabupaten Banjar, Polda Kalsel juga telah memetakan sejumlah lahan tidur di berbagai wilayah untuk dikembangkan menjadi sentra pertanian jagung. Salah satu daerah yang siap ditanami adalah Kabupaten Tanah Laut, dengan total lahan mencapai 3.700 hektare.

Pada musim panen kali ini, Polda Kalsel berhasil memanen jagung di lahan basah seluas 7,8 hektare dari target awal seluas 120 hektare. Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan hortikultura di lahan rawa, yang merupakan ciri khas wilayah dataran rendah di Kalimantan Selatan.

Program budidaya jagung oleh Polda Kalsel merupakan bagian dari inisiatif nasional Polri bersama Kementerian Pertanian dalam mencanangkan gerakan tanam jagung satu juta hektare secara serentak di seluruh Indonesia.