KabarKalimantan.id – Pemerintah Kabupaten Landak menggelar panen perdana jagung di kebun demplot Brigade Pangan Bukit Sabu Enek, Desa Amboyo Inti, Kecamatan Ngabang, Selasa (9/9/2025). Panen ini membuktikan bahwa lahan kritis dapat disulap menjadi lahan produktif dengan hasil yang menjanjikan.
Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, memimpin langsung panen jagung yang ditanam sejak Mei 2025 lalu. Hasilnya mengejutkan: produktivitas mencapai 6 ton per hektar, melampaui rata-rata nasional yang hanya sekitar 5,8 ton per hektar.
“Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pengelolaan lahan yang tepat, penggunaan pupuk organik, serta perawatan intensif dapat meningkatkan hasil panen meski di lahan kritis,” ujar Karolin.
Ia menambahkan, pola tumpang sari sawit dan jagung yang diterapkan tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga efisien secara biaya. “Meski butuh perhatian lebih, metode ini terbukti memberikan hasil maksimal tanpa menambah beban biaya signifikan,” lanjutnya.
Dalam acara panen perdana tersebut turut hadir jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Kalbar, Kapolres Landak, serta perwakilan PTPN IV Regional V dan PTPN XIII Ngabang.
Karolin mengajak masyarakat, khususnya petani yang memiliki lahan tidur atau tidak produktif, untuk ikut mengembangkan sistem ini.
“Silakan datang ke lokasi ini atau hubungi penyuluh lapangan. Kami siap mendampingi agar lahan kritis bisa diubah menjadi lahan produktif,” tegasnya.
Program percontohan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Kalimantan Barat maupun Indonesia dalam mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani.












