KabarKalimantan.id – Sebuah tragedi keracunan makanan diduga terjadi di Desa Sunsong, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau, yang mengakibatkan dua warga, ibu dan anak, meninggal dunia. Peristiwa tragis ini diduga kuat dipicu oleh konsumsi jamur hutan beracun yang mereka temukan di hutan.
Kronologi Kejadian: Jamur Hutan Jadi Santapan Sekeluarga
Berdasarkan keterangan dari Kapolsek Sekadau Hulu, IPTU Agustam, insiden bermula pada Kamis (4/9) saat korban bersama sejumlah anggota keluarga lainnya mencari jamur di hutan. Mereka menemukan jenis jamur yang dikenal warga setempat sebagai jamur kesi atau keluntan. Jamur tersebut kemudian diolah menjadi masakan dan disantap bersama-sama, disertai minuman tuak.
Tidak lama setelah mengonsumsi makanan tersebut, para korban mulai menunjukkan gejala keracunan seperti muntah-muntah dan pusing. Mereka pun segera dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.
Dua korban yang meninggal dunia adalah FL (44) dan putrinya, FA (2). FA dilaporkan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju klinik. Sementara itu, FL sempat memilih untuk melakukan pengobatan mandiri di rumah, namun kondisinya memburuk dan ia akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Jumat (5/9) malam.
Tiga Korban Selamat, Keluarga Tolak Autopsi
Selain dua korban jiwa, tiga orang lainnya yang juga mengonsumsi jamur tersebut, yaitu M (33), YT (1), dan SN (25), juga mengalami gejala serupa. Beruntung, ketiganya berhasil selamat setelah menjalani perawatan medis di RSUD Sekadau.
Kedua jenazah korban meninggal dunia, FL dan FA, telah dimakamkan bersama di pemakaman Katolik Desa Sunsong pada Sabtu (6/9). Pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa ini sebagai sebuah musibah dan memutuskan untuk menolak autopsi.
Meskipun demikian, pihak kepolisian melalui Unit Reskrim dan Bhabinkamtibmas tetap menindaklanjuti kasus ini. Sisa jamur yang dikonsumsi sudah dibuang, namun polisi akan berkoordinasi untuk mengambil sampel jamur di sekitar lokasi kejadian guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Dalam imbauannya, IPTU Agustam menekankan pentingnya kewaspadaan bagi masyarakat. “Peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi kita semua agar lebih berhati-hati dalam mengonsumsi tumbuhan atau jamur yang belum dipastikan aman. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan,” pungkasnya.














