KabarKalimantan.id – Latihan Penanggulangan Bencana Alam yang digelar di wilayah Kodim 1208/Sambas resmi ditutup pada Minggu 7 September 2025. Upacara penutupan berlangsung di halaman Keraton Istana Alwatzikoebillah, Desa Dalam Kaum, Kecamatan Sambas, dipimpin oleh Kasiter Kasrem 121/Abw, Letkol Inf Neggy Kuntagina, mewakili Danrem 121/Abw Brigjen TNI Purnomodisi.
Acara yang dimulai pukul 09.50 WIB ini dihadiri oleh Dandim 1208/Sambas Letkol Czi Priyo Hindrarto, perwakilan Polres Sambas, Basarnas, Dinas Sosial, Satpol PP, Tagana, hingga pimpinan perbankan daerah. Lebih dari 140 personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Basarnas, dan Tagana ikut dalam apel penutupan.
Dalam amanat Danrem 121/Abw yang dibacakan Letkol Inf Neggy Kuntagina, latihan ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan komando dan staf Kodim dalam merencanakan operasi terpadu menghadapi bencana alam.
“Latihan ini bertujuan meningkatkan keterpaduan, kerja sama, dan koordinasi seluruh unsur, baik TNI, Polri, pemerintah daerah, maupun lembaga terkait. Dengan latihan berjenjang dan berkelanjutan, kita akan lebih siap menghadapi tantangan bencana di wilayah Sambas,” tegasnya.
Kasiter juga menyoroti kondisi geografis Kabupaten Sambas yang rawan bencana, mulai dari kebakaran hutan dan kabut asap saat kemarau, hingga banjir dan tanah longsor saat musim hujan. Karena itu, ia menekankan pentingnya latihan berkesinambungan.
“Tantangan ke depan semakin kompleks, sehingga kesiapan adalah kunci utama. Tingkatkan kemampuan yang sudah didapat, khususnya bagi para komandan dan perwira staf,” tambahnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Latihan ini sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mitigasi serta penanggulangan bencana di Kabupaten Sambas.












