Booming Produk Unggulan Desa dan UMKM di Pesta Budaya Birau Bulungan 2025

Wakil Gubernur Kalimantan Utara Ingkong Ala mengapresiasi pesatnya pertumbuhan produk unggulan desa dan UMKM di Pesta Budaya Birau Bulungan 2025 yang memadukan ekonomi rakyat dan pelestarian budaya lokal. Foto: BIRO ADPIM

KabarKalimantan.id – Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Wagub Kaltara) Ingkong Ala, didampingi sang istri Kornie Serliany, menyampaikan apresiasi tinggi atas booming-nya produk unggulan desa dan UMKM yang meramaikan Pesta Budaya Birau Bulungan 2025.

Acara akbar dalam rangka Hari Jadi ke-65 Kabupaten Bulungan dan 235 Tahun Kota Tanjung Selor ini berlangsung meriah di Hutan Kota Bundayati, Tanjung Selor, pada Senin malam (14/10/2025). Ribuan masyarakat tampak antusias memadati area kegiatan yang memadukan unsur budaya dan ekonomi kreatif lokal.

“Kami sangat bangga melihat semangat masyarakat. Antusiasme yang tinggi ini menunjukkan kuatnya rasa memiliki terhadap budaya lokal,” ujar Wagub Ingkong Ala.

Ia menegaskan, Birau tidak hanya sekadar perayaan tahunan, tetapi juga menjadi momentum strategis mendorong perekonomian kerakyatan sekaligus memperkuat pelestarian budaya di Kaltara.

“Pameran UMKM dan produk unggulan desa-desa ini merupakan etalase potensi ekonomi rakyat. Pemerintah Provinsi siap mendukung Bulungan agar UMKM dapat naik kelas dan menjadi penggerak ekonomi daerah,” tambahnya.

Malam pembukaan Birau 2025 berlangsung spektakuler. Beragam produk kreatif lokal dari UMKM dan desa-desa unggulan dipamerkan, mulai dari kerajinan tangan, kuliner khas, hingga inovasi produk berbasis kearifan lokal.

Puncak acara dimeriahkan dengan pagelaran seni budaya dan fashion show menampilkan busana modern bernuansa etnik lokal yang dikenakan oleh para pejabat Forkopimda.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Bupati Bulungan Syarwani, Wakil Bupati Kilat, Ketua DPRD Provinsi Kaltara Achmad Djufrie, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Bulungan H. Risdianto.

Melalui Birau 2025, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Bulungan berharap agar UMKM lokal semakin berkembang, sekaligus menjadikan budaya sebagai kekuatan ekonomi daerah yang berdaya saing dan berkelanjutan.