Cegah Stunting, Ini Upaya Bupati Berau Sri Juniarsih

Bupati Kabupaten Berau Hj. Sri Juniarsih Mas.

KabarKalimantan.id — Bupati Kabupaten Berau Hj. Sri Juniarsih Mas terus menggalakan untuk mencegah stunting di wilayah kabupaten yang dipimpinnya. Untuk itu dalam pencegahannya ia membuaka kegiatan Intervensi Stunting se-Kecamatan Teluk Bayur, yang digelar di Graha Serba Guna Kelurahan Rinding,Selasa (11/6).

Kegiatan yang serentak dilakukan ini, diimulai di Kelurahan Rinding, Kecamatan Teluk Bayur, Berau, Kalimantan Timur. Kegiatan update ini merupakan lanjutan dari 8 Aksi Konvergensi, setelah pelaksanaan Rakor TPPS Tahun 2024 beberapa waktu lalu, di Balai Mufakat.

“Penanganan dan pencegahan stunting, pemkab Berau punya komitmen kuat membangun strategi dan upaya menurunkan prevelensi stunting yang ada didalam daerah,” ungkap Hj Sri Juniarsih.

Bupati Sri menjelaskan jika untuk mencegah dan penanganannya membangun kolaborasi mulai tingkat bawah dari RT, Kelurahan, Kecamatan, PKK hingga perangkat terkait.

“Untuk saling bahu- membahu dan bekerja maksimal lewat inovasi terbaiknya dalam hal penanganan,” tegasnya.

Bupati Sri mengaku senang karena semua antusias dalam tugas penangan stunting dan pencegahan di wilayahnya. Hal ini menurutnya merupakan wujud dan keseriusan serta konsistensi kita dalam penanganan stunting di daerah.

Bupati juga dengan tegas menyebut bahwa 8 aksi ini sangat penting untuk menjadi perhatian kita bersama dalam rangka dan upaya menurunkan kasus stunting. Terutama dari sisi pendampingan dan pembinaan selaku dari pemerintahan, kelurahan dan kampung.


“Untuk itu saya mendorong peran aktif seluruh jajaran agar mengoptimalkan intervensi pencegahan stunting ini. Saya harap kita juga memastikan bahwa program yang ada dalam penanganan stunting di daerah dapat menjangkau kelompok sasaran,” pungkas Bupati Berau.

Kegiatan Intervensi Stunting se-Kecamatan Teluk Bayur ditandai dengan foto bersama seluruh peserta dengan Bupati.

UPAYA PEMERINTAH

Pemerintah terus memperkuat langkah-langkahnya dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak. Dalam menghadapi tantangan kesehatan yang kompleks ini, berbagai inisiatif telah diimplementasikan untuk memberikan solusi yang efektif dan berkelanjutan.

Salah satu fokus utama pemerintah adalah pada upaya pencegahan stunting sejak dini. Program kesehatan ibu dan anak telah diperluas untuk memberikan pemeriksaan kehamilan yang lebih sering, konseling gizi, dan dukungan untuk praktik pemberian ASI eksklusif. Langkah-langkah ini bertujuan untuk memberikan dukungan yang lebih besar kepada ibu hamil dan bayi baru lahir untuk memastikan bahwa mereka menerima nutrisi yang optimal sejak awal kehidupan.

Selain itu, pemerintah juga fokus pada penanganan kasus stunting yang sudah ada. Program-program rehabilitasi gizi telah diperluas untuk memberikan perawatan yang komprehensif kepada anak-anak yang mengalami stunting. Ini meliputi pemberian suplemen gizi, pendidikan gizi bagi orang tua, serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara teratur untuk memastikan efektivitas intervensi yang dilakukan.

Kolaborasi lintas sektor juga menjadi prioritas dalam upaya ini. Pemerintah bekerja sama dengan berbagai departemen termasuk pendidikan, pertanian, dan pembangunan sosial untuk mengembangkan pendekatan yang holistik dalam menanggulangi stunting. Misalnya, program pangan sekolah telah diperluas untuk memastikan anak-anak menerima makanan bergizi di sekolah, sementara program-program pelatihan keterampilan juga dimasukkan untuk memberdayakan masyarakat lokal.

Di samping itu, pemerintah terus mengintegrasikan teknologi dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting. Aplikasi mobile dan platform digital telah diperkenalkan untuk memberikan informasi dan layanan kesehatan yang lebih mudah diakses bagi masyarakat, serta untuk memfasilitasi pemantauan dan pelaporan data secara real-time.

Dengan langkah-langkah ini, pemerintah menunjukkan komitmennya untuk menanggulangi stunting secara menyeluruh, baik melalui pencegahan maupun penanganan kasus yang sudah ada. Dengan kerja sama lintas sektor dan penggunaan teknologi yang cerdas, harapan tumbuh bahwa stunting dapat dikurangi secara signifikan dan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. (Rilis/Diskominfoberau).