KabarKalimantan.id – Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya menyatakan bahwa pemkab berkomitmen membangun rumah adat melayu dan mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis atau MBG. Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri rapat kerja daerah MABM Kabupaten Melayu pada Sabtu (14/2/2026)
Sebagaimana diketahuai bahwa kegiatan Rakerda MABM menjadi forum strategis dalam memperkuat peran kelembagaan adat sekaligus pelestarian budaya Melayu di daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Romi Wijaya menyampaikan bahwa hingga kini Kabupaten Kayong Utara menjadi satu-satunya dari 14 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat yang belum memiliki rumah adat Melayu sebagai simbol identitas kultural masyarakat setempat.
“Kabupaten Kayong Utara saat ini menjadi satu-satunya daerah di Kalimantan Barat yang belum memiliki rumah adat Melayu. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara berkomitmen menghibahkan lahan milik Pemda untuk pembangunan rumah adat Melayu sebagai simbol identitas budaya masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga : Bupati Ketapang Tinjau Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Semandang Kiri
Dirinya menambahkan, pemerintah daerah juga telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia untuk mengusulkan pembangunan rumah adat Melayu sebagai bagian dari upaya pelestarian nilai-nilai budaya sekaligus memperkuat jati diri daerah.
Selain isu budaya, Bupati Romi Wijaya menegaskan dukungan penuh terhadap program strategis pemerintah pusat, termasuk program Makan Bergizi Gratis yang menjadi bagian dari upaya percepatan penurunan angka stunting nasional.
“Program Makan Bergizi Gratis merupakan langkah strategis dalam meningkatkan status gizi anak dan mempercepat penurunan angka stunting. Pemenuhan gizi sejak dini akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting agar implementasi program berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Melalui Rakerda MABM ini, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara berharap terbangun kolaborasi yang lebih solid antara pemerintah daerah dan lembaga adat dalam mendukung pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga pada pelestarian budaya serta peningkatan kualitas generasi mendatang. (*)












