KabarKalimantan.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Hingga minggu ke-34 tahun 2026, tercatat sebanyak 54.200 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) telah dilaporkan dari seluruh kabupaten dan kota di Kalbar.
Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Erna mengatakan angka tersebut merupakan akumulasi laporan sejak minggu ke-26, saat terjadi peningkatan signifikan kunjungan pasien ISPA di berbagai fasilitas kesehatan.
“Kalau kasus ISPA mulai dari minggu ke-26 sampai minggu ke-34 ini ada 54.200 yang sudah terlaporkan se-Kalbar,” ujar Erna saat mendampingi Gubernur Kalbar, Ria Norsan meninjau kebakaran lahan di Sekunder C, Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (2/9/2026).
Meski demikian, ia menegaskan angka tersebut merupakan jumlah laporan kasus yang masuk ke fasilitas kesehatan dan sebagian besar pasien telah mendapatkan penanganan serta dinyatakan sembuh.
“Sebagian besar sudah sembuh. Itu merupakan angka yang terlaporkan,” katanya.
Baca Juga : Cegah Dampak Kabut Asap, AJK dan Dinkes Ketapang Bagikan Masker ke Masyarakat
Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Kalbar telah memetakan 63 titik lokasi yang dipersiapkan sebagai rumah oksigen. Hingga saat ini, sebanyak 33 rumah oksigen telah disiapkan dan beberapa di antaranya sudah beroperasi di daerah dengan tingkat paparan asap tinggi seperti Ketapang, Kota Pontianak, Melawi, dan Kapuas Hulu.
Selain itu, seluruh puskesmas di Kalbar diwajibkan memberikan pelayanan selama 24 jam untuk menangani masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap.
“Seluruh puskesmas wajib aktif 24 jam untuk penanganan pasien yang datang dengan keluhan ISPA,” tegas Erna.
Gubernur Kalbar, Ria Norsan mengatakan pemerintah juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan guna memperkuat penanganan dampak kesehatan akibat karhutla. Menurutnya, saat ini pemerintah telah menyediakan berbagai dukungan, termasuk oksigen konsentrat dan oksigen portabel yang dapat digunakan untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan.
“Kita terus koordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Sekarang sudah ada oksigen portabel yang bisa dibawa dan digunakan untuk membantu masyarakat yang terdampak,” kata Norsan.
Pemprov Kalbar mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk, menggunakan masker saat beraktivitas, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala ISPA. (*)














