KabarKalimantan.id – Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan, bersama TNI, Polri, pengelola Pos Lintas Batas Negara (PLBN), Manggala Agni, UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), pemerintah daerah, serta masyarakat melaksanakan Patroli Terpadu Pengamanan Batas Negara dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin (14/9/2026).
Kegiatan patroli dilaksanakan secara serentak di tiga kawasan perbatasan, yaitu PLBN Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang; PLBN Aruk, Kabupaten Sambas; dan PLBN Entikong, Kabupaten Sanggau.
Patroli terpadu ini merupakan upaya bersama untuk memperkuat pencegahan dan deteksi dini karhutla di wilayah perbatasan.
Kegiatan juga menjadi bagian dari kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dan potensi transboundary haze pollution atau asap lintas batas yang dapat berdampak terhadap lingkungan, kesehatan, sosial, dan ekonomi.
Baca Juga : ALOKASIKAN Rp 60 Miliar Pemprov Kalbar All Out Atasi Karhutla dan Kabut Asap
Pelaksanaan kegiatan patroli terpadu dipusatkan di PLBN Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, yang dirangkaikan dengan rapat koordinasi bersama Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kalimantan Barat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia di Kuching, Kepala BPPD Provinsi Kalimantan Barat, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial Provinsi Kalimantan Barat, Staf Ahli Bupati Bengkayang, Kepala Daops Manggala Agni Kemenhut Kota Singkawang, Kepala PLBN Jagoi Babang, perwakilan Dinas Perumahan Provinsi Kalimantan Barat, Kepala UPT KPH Bengkayang, Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, Jasa Raharja, Camat Jagoi Babang, Camat Siding, unsur TNI dan Polri, serta mitra terkait lainnya.
Kepala BPPD Provinsi Kalimantan Barat, Alexander Rombonang mengapresiasi Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Patroli Terpadu Batas Negara.
“Kegiatan ini penting untuk memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan bersama dalam mencegah dan mengendalikan karhutla, khususnya di wilayah perbatasan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan, Yudho Shekti Mustiko menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam pengendalian karhutla.
“Pengendalian karhutla, khususnya di wilayah perbatasan, membutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Sinergi ini menjadi kunci untuk memperkuat deteksi dini, pencegahan, dan penanganan karhutla secara cepat dan terpadu,” tegasnya.
Patroli Terpadu difokuskan pada pemantauan wilayah rawan karhutla, deteksi dini, edukasi dan penyadartahuan masyarakat, serta penguatan koordinasi antarpihak.
Tim juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian karhutla di tingkat tapak. Melalui pelaksanaan patroli terpadu di tiga kawasan perbatasan Kalimantan Barat, Kementerian Kehutanan bersama para pihak memperkuat kesiapsiagaan dan upaya pencegahan karhutla, sekaligus menjaga wilayah perbatasan dari potensi dampak asap lintas batas












