KabarKalimantan.id – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Melawi dalam beberapa hari terakhir kembali menyebabkan banjir. Sejumlah sungai, termasuk Sungai Pinoh, Sungai Cina, dan Sungai Sokan, meluap hingga merendam sejumlah desa di Kecamatan Tanah Pinoh dan Kecamatan Sokan.
Petugas kepolisian dari Polsek Kota Baru bergerak cepat menanggapi situasi ini. Kapolsek Kota Baru, IPTU Edi Harianto, menyatakan bahwa timnya langsung turun ke lapangan untuk memantau kondisi dan memastikan keselamatan warga.
“Dari hasil patroli kami, beberapa desa terdampak cukup parah, di antaranya Desa Suka Maju, Desa Loka Jaya, Desa Tanjung Gunung, Madong, Bata Luar, dan Desa Bina Jaya. Ketinggian air bervariasi antara 50 sentimeter hingga satu meter, merendam rumah-rumah warga dan akses jalan utama,” jelas IPTU Edi Harianto.
Ketinggian Air Capai Satu Meter, Warga Diminta Tetap Waspada
Di Desa Suka Maju, khususnya di Dusun Kantor Trigala Pasar, setidaknya 50 rumah yang berada di bantaran Sungai Pinoh terendam dengan ketinggian air mencapai satu meter. Sementara itu, di Desa Loka Jaya, akses jalan di tepi Sungai Pinoh tergenang air setinggi 50 sentimeter. Kondisi serupa juga terjadi di Dusun Gelombang, Desa Loka Jaya, di mana air setinggi satu meter menutupi jalan provinsi yang menjadi jalur penghubung Kota Baru dan Sokan.
Meskipun genangan air cukup tinggi, sejauh ini belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun warga yang mengungsi. “Kami bersyukur tidak ada korban jiwa, namun kami terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi anak-anak dan lansia, mengingat risiko tenggelam yang tinggi,” tambah Kapolsek.
Pihak kepolisian juga meminta warga untuk mematikan aliran listrik di rumah masing-masing demi menghindari bahaya akibat arus pendek.
Seorang warga Desa Suka Maju, Bapak Apat, menyampaikan bahwa air mulai naik pada Selasa (17/9) siang dan sempat surut, namun kembali naik pada Rabu (18/9) pagi. “Air mulai naik siang kemarin sampai malam hari sempat surut, tapi pagi ini sekitar jam 08.00 WIB mulai naik lagi,” katanya.
Curah Hujan Tinggi Jadi Penyebab Utama
Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar, Daniel, menjelaskan bahwa banjir di Melawi disebabkan oleh curah hujan ekstrem yang menyebabkan luapan sungai. “Ini adalah kejadian berulang. Upaya pengendalian banjir terpadu di Sub DAS Melawi perlu dilakukan untuk mengurangi risiko di masa depan,” ujar Daniel.
Data dari BPBD mencatat, banjir kali ini berdampak pada 920 kepala keluarga di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Tanah Pinoh dan Kecamatan Sokan. Meski ribuan keluarga terdampak, dilaporkan tidak ada korban jiwa dan tidak ada warga yang mengungsi secara massal.












