KAMPUS STAI Al-Haudl Ketapang Resmi Bergabung bersama Persyarikatan Muhammadiyah

Dorong Majelis Dikti-Litbang PP Muhammadiyah kembangkan STAI Al-Haudl menjadi institut hingga Universitas

TANDATANGAN - Proses Penandatangan sekaligus serah terima bergabungnya Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Haudl Ketapang ke Persyarikatan Muhammadiyah dalam seremoni yang berlangsung di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Yogyakarta, Rabu (8/4/2026).

KabarKalimantan.id – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Haudl Ketapang resmi diserahkan dari Yayasan Al-Haudl kepada Persyarikatan Muhammadiyah dalam seremoni yang berlangsung di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Yogyakarta, Rabu (8/4/2026).

Serah terima tersebut menandai bergabungnya STAI Al-Haudl sebagai bagian dari amal usaha Muhammadiyah, sekaligus membuka peluang pengembangan kelembagaan yang lebih luas ke depan.

Penyerahan dilakukan oleh Sekretaris Yayasan Al-Haudl, Muhammad Tohir, yang mewakili seluruh pembina dan pengurus yayasan. Sementara pihak Muhammadiyah diwakili langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si.

Acara yang berlangsung pukul 10.20 hingga 11.25 WIB itu turut dihadiri sejumlah pimpinan PP Muhammadiyah, di antaranya Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd, Dr. Agung Danarto, M.Pd, Drs. A. Dahlan Rais, M.Hum, Sekretaris PP Muhammadiyah Muhamad Sayuti, Ph.D, serta jajaran Majelis Dikti-Litbang PP Muhammadiyah seperti Prof. Dr. Ahmad Jaenuri dan Prof. Ahmad Muttaqien, Ph.D.

Baca Juga : Pemprov Kalbar Percepat Realisasi Internet Gratis di Seluruh Sekolah Menengah

Hadir pula perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Barat, yakni Wakil Ketua PWM Kalbar Dr. Ikhsanudin, M.Hum dan Sekretaris PWM Kalbar Ahmad Zaini, S.Pi., M.Pd.

Pembina Yayasan Al-Haudl, Drs. H.M. Mansyur, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyerahan ini merupakan hasil kesepakatan seluruh unsur yayasan. Langkah tersebut diambil sebagai upaya memperkuat pengembangan institusi agar mampu memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.

“Penyerahan ini merupakan keputusan bersama para pendiri, pembina, dan pengurus dengan harapan STAI Al-Haudl dapat berkembang lebih besar dan memberi manfaat yang lebih luas, khususnya bagi masyarakat Ketapang dan Kalimantan Barat,” ujarnya.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan apresiasi atas dedikasi panjang yang telah dilakukan Yayasan Al-Haudl dalam membangun institusi pendidikan tersebut.

“Ini adalah hasil kerja keras dan pengabdian luar biasa dari para pendiri dan pengelola. Muhammadiyah menghargai sepenuhnya proses panjang yang telah dilalui hingga berdirinya STAI Al-Haudl,” ucapnya.

Haedar menegaskan, penyerahan ini bukan hanya bentuk alih kelola kelembagaan, tetapi juga menjadi bagian dari amal jariyah yang akan terus memberikan manfaat bagi umat.

Ia juga mendorong Majelis Dikti-Litbang PP Muhammadiyah untuk segera menindaklanjuti pengembangan STAI Al-Haudl menjadi institut bahkan universitas, sehingga dampak pendidikan yang dihasilkan semakin luas.

Selain itu, PWM Kalimantan Barat didorong untuk menjadikan momentum ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat dakwah dan meningkatkan kualitas pendidikan di daerah, khususnya di Kabupaten Ketapang.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan dokumen serah terima sebagai simbol resmi bergabungnya STAI Al-Haudl Ketapang ke dalam jaringan pendidikan Muhammadiyah. (*)