KabarKalimantan.id — Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) atas langkah cepat dan tegas dalam memberantas aksi premanisme yang meresahkan masyarakat di sejumlah wilayah provinsi.
Pernyataan itu disampaikan Seno seusai mendampingi Wakil Menteri Koperasi dan UKM RI, Dr. Ferry Juliantono, dalam kunjungan kerja membahas percepatan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Kalimantan Timur, Minggu (25/5/2025).
“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polda Kaltim yang telah berhasil membekuk sejumlah kelompok preman yang meresahkan. Premanisme tidak boleh ada di Bumi Etam,” tegas Seno.
Menurutnya, tindakan tegas aparat merupakan bentuk nyata dalam menciptakan suasana kondusif di Kaltim, terlebih provinsi ini kini menjadi perhatian nasional sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kami ingin Kaltim ini tetap kondusif. Suasana yang aman dan tertib sangat penting agar iklim investasi semakin membaik. Kalau investasi tumbuh, otomatis ekonomi daerah berkembang, lapangan kerja terbuka, dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” jelasnya.
Diketahui, dalam beberapa pekan terakhir, Polda Kaltim intens melakukan razia dan penindakan terhadap praktik premanisme, mulai dari pungutan liar hingga tindakan intimidasi di kawasan pasar, terminal, dan sejumlah proyek strategis. Langkah ini mendapat apresiasi luas karena dianggap menumbuhkan kembali rasa aman di tengah masyarakat dan para pelaku usaha.
Seno menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan terus mendukung upaya aparat dalam menjaga ketertiban umum.
“Premanisme adalah masalah bersama yang harus diberantas. Pemerintah, aparat, dan masyarakat harus bergandeng tangan. Kita ingin Kaltim menjadi contoh daerah yang aman dan ramah untuk semua,” tegasnya.
Selain isu keamanan, Seno juga menyinggung pentingnya stabilitas sosial dalam menyukseskan program strategis nasional, seperti pembangunan koperasi desa dan penguatan ekonomi lokal.
Menurutnya, koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat memerlukan lingkungan yang aman dan tertib agar bisa berkembang optimal.
“Program seperti Koperasi Desa Merah Putih hanya akan berhasil jika dijalankan di tengah suasana yang kondusif. Keamanan dan penegakan hukum adalah fondasi utama,” pungkasnya.












