Sekda Seruyan Ingatkan Ancaman Malaria dan DBD, Ajak Perkuat Pencegahan

Ilustrasi Plh. Sekda Seruyan, Bahrun Abbas, menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap malaria dan DBD meski angka kasus DBD menurun drastis.

KabarKalimantan.id – Pemerintah Kabupaten Seruyan terus memperkuat langkah pencegahan dan pengendalian penyakit menular maupun tidak menular. Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Seruyan, Bahrun Abbas, menegaskan hal ini saat membuka Pertemuan Koordinasi Lintas Program dan Lintas Sektor Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) di GHouse Kuala Pembuang, Kalimantan Tengah, Rabu (1/10/2025).

Dalam arahannya, Abbas mengungkapkan bahwa meski angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) menurun signifikan, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan. Data Dinas Kesehatan Seruyan mencatat, pada 2025 jumlah penderita DBD hanya 53 kasus, jauh berkurang dibandingkan 366 kasus pada tahun sebelumnya.

Namun, di sisi lain, kasus malaria impor justru menunjukkan tren meningkat. Hingga tahun ini, ditemukan 5 kasus malaria impor yang tersebar di sejumlah puskesmas.

“Kasus malaria impor dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Kondisi ini harus jadi perhatian kita bersama. Tidak mungkin hanya sektor kesehatan yang bekerja sendiri. Dibutuhkan dukungan lintas sektor agar angka kesakitan dan kematian akibat malaria maupun DBD dapat ditekan,” tegas Abbas.

Selain penyakit menular, Abbas juga menyoroti ancaman penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung yang kini makin meningkat. Menurutnya, penyakit tidak menular memberi dampak besar, tidak hanya pada kesehatan individu, tetapi juga kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

“Penanganan penyakit tidak menular sama pentingnya. Jika tidak dikelola dengan baik, dampaknya akan sangat luas bagi pembangunan daerah,” ujarnya.

Abbas mendorong para kepala puskesmas dan camat untuk berkomitmen penuh dalam menjalankan program pencegahan dan pengendalian penyakit di wilayah masing-masing. Ia menekankan pentingnya mutu, transparansi, akuntabilitas, serta efektivitas program kesehatan.

“Saya berharap semua pihak bisa bersinergi. Kerja sama yang baik akan membantu kita mencapai target nasional maupun global dalam penanggulangan penyakit menular dan tidak menular,” tambahnya.

Pertemuan koordinasi ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan serta mempertegas komitmen bersama dalam menjaga kesehatan masyarakat Seruyan agar lebih sehat, berdaya tahan, dan tangguh menghadapi tantangan penyakit di masa depan.