KabarKalimantan.id – Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, meninjau sejumlah proyek pembangunan infrastruktur strategis yang dibiayai APBD Kaltara 2025 di Kota Tarakan, Selasa (23/9/2025). Kunjungan ini memastikan seluruh proyek berjalan sesuai target dan standar kualitas.
Dalam kunjungan monitoring dan evaluasi (monev) ini, Wagub didampingi pejabat Pemprov Kaltara, di antaranya Asisten Administrasi Umum Pollymart Sijabat, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Jaini, Kepala Biro Administrasi Pembangunan H. Sapi’i, Kepala Bapenda Kaltara Tomy Labo, dan Plt. Kepala Disdikbud Hasanuddin.
Proyek Jalan Ring Road Tarakan
Fokus utama monev adalah pembangunan Jalan Ring Road Tarakan Segmen I Juata-Binalatung. Proyek senilai Rp4,7 miliar ini sudah mencapai progres 67,3% sejak dimulai Juli lalu. Jalan sepanjang 700 meter dengan lebar 24 meter ini ditargetkan selesai dalam dua pekan ke depan.
“Manager pelaksana sudah menjamin pekerjaan akan diselesaikan dengan kualitas terbaik dan desain elevasi yang baik agar tidak tergenang saat hujan,” tegas Ingkong Ala.
Ring Road Tarakan sepanjang 12 km ini diproyeksikan menjadi akses vital untuk mobilitas masyarakat sekaligus mendorong potensi ekonomi, khususnya di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
Drainase, Gedung, dan Pendidikan
Selain ring road, Wagub juga meninjau: Proyek drainase dan trotoar Jalan Gajah Mada senilai Rp1,4 miliar, yang sudah mencapai progres 41,37%. Ia meminta agar akses masyarakat ke gang tetap terjaga selama pengerjaan.
Pembangunan Gedung Kantor UPTD Bapenda Kelas A Wilayah Tarakan/Samsat Tarakan senilai Rp7,2 miliar dengan progres 35% dan target rampung Desember 2025. Gedung baru ini akan meningkatkan layanan pajak yang melayani 300 wajib pajak per hari.
Pembangunan fasilitas pendidikan, antara lain ruang guru dan laboratorium di SMK Negeri 4 Tarakan senilai Rp2,8 miliar serta ruang kelas baru di SMA Islam Terpadu Ulul Albab Boarding School senilai Rp2,3 miliar.
Wagub menegaskan pentingnya pengawasan ketat agar proyek selesai tepat waktu dan berkualitas. “Pengawasan yang tepat akan memastikan proyek-proyek ini selesai dengan hasil terbaik demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur pendidikan juga menjadi bukti komitmen Pemprov Kaltara dalam mengalokasikan 20% APBD untuk pendidikan, demi mencetak sumber daya manusia unggul di masa depan.








