KabarKalimantan.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat pembangunan sanitasi aman dan berkelanjutan melalui partisipasi aktif pada Rapat Koordinasi Persiapan Coaching Clinic 3 Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) Tahun 2025 yang digelar di Ruang Rapat Lantai II Bapperida Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Senin (20/10/2025).
Rapat tersebut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Seruyan, Adhian Noor, bersama perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lintas sektor, termasuk Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kabupaten Seruyan, Reson Rusdianto. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antarinstansi dalam mewujudkan sanitasi aman, air minum layak, serta pengelolaan sampah berkelanjutan di Kalimantan Tengah.
Menurut Adhian Noor, forum tersebut merupakan momentum penting untuk menyelaraskan arah kebijakan pembangunan sanitasi daerah.
“Kami memaparkan sejumlah prioritas program serta uji coba pendampingan implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) dalam Program PPSP. Fokus kami antara lain pada penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas SDM, dan integrasi program sanitasi dengan perencanaan pembangunan berbasis data,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberhasilan sanitasi tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga partisipasi masyarakat. “Keberhasilan pengelolaan sanitasi bergantung pada kolaborasi seluruh pihak. Masyarakat, dunia usaha, dan organisasi kemasyarakatan harus terlibat aktif, karena kolaborasi adalah kunci utama dalam mewujudkan sanitasi berkelanjutan,” tambahnya.
Sebagai bentuk konkret komitmen tersebut, Pemkab Seruyan memperkenalkan program unggulan “Seruyan Barasih”, sebuah inovasi daerah dalam mendukung pelaksanaan PPSP. Program ini memiliki dua paket kebijakan utama:
Paket Kebijakan 1: Fokus pada penyediaan akses air minum dan sanitasi aman, berkelanjutan, dan inklusif. Langkahnya meliputi pembangunan sistem sanitasi terpusat dan individual, peningkatan akses air minum layak, serta edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Paket Kebijakan 2: Berorientasi pada peningkatan pengelolaan persampahan berbasis masyarakat melalui penguatan sistem pengumpulan, pengangkutan, dan pengolahan sampah, serta pengembangan infrastruktur Tempat Pengolahan Sampah 3R (TPS3R) di berbagai wilayah.
Kepala Dinas Kominfo Seruyan, Reson Rusdianto, menegaskan dukungan penuh instansinya dalam penyebarluasan informasi publik terkait program sanitasi tersebut.
“Kami siap memastikan seluruh program PPSP tersampaikan dengan baik kepada masyarakat. Edukasi publik sangat penting agar pembangunan sanitasi berjalan transparan dan mendapat dukungan luas,” jelas Reson.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Seruyan berharap dapat memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah serta pemerintah pusat, baik dari segi pendanaan, sinkronisasi kebijakan, maupun pendampingan teknis. Implementasi program “Seruyan Barasih” diharapkan menjadi model praktik baik dalam mempercepat pencapaian target sanitasi nasional dan mendukung Sustainable Development Goals (SDGs).
“Kami berkomitmen memperkuat kesiapan teknis dan koordinasi lintas sektor untuk mendukung keberhasilan PPSP 2025. Seruyan ingin menjadi contoh daerah yang mampu mengintegrasikan kebijakan sanitasi dengan pembangunan berkelanjutan,” tutup Adhian Noor.












