Pemprov Kaltim Tingkatkan Kerja Sama dengan Taipei Economic and Trade Office untuk Dorong Investasi dan Ekonomi Berkelanjutan

Istimewa - Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji Terima Kunjungan Delegasi TETO di Kantor Gubernur

KabarKalimantan.id — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mempererat komunikasi dengan Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Jakarta sebagai bagian dari upaya membuka peluang investasi sekaligus mendorong pengembangan ekonomi berkelanjutan di wilayah tersebut.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji Seno Aji, menyampaikan berbagai fasilitas dan potensi investasi yang menjanjikan di Kaltim saat menerima kunjungan delegasi TETO, Sabtu lalu di Samarinda.

Menurut Seno, Kalimantan Timur saat ini tengah memasuki masa transformasi signifikan. Tidak sekadar berperan sebagai daerah penghasil sumber daya alam, namun juga fokus mengembangkan ekonomi hijau, hilirisasi industri, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara menyeluruh.

“Kami optimistis Kaltim dapat menjadi destinasi investasi strategis bagi pelaku usaha Taiwan. Dengan keberadaan lebih dari 2.000 perusahaan Taiwan yang sudah beroperasi di Indonesia, kami berharap sebagian dari mereka melihat Kaltim sebagai wilayah dengan potensi besar,” ungkap Wagub Seno.

Lebih lanjut, Pemprov Kaltim siap memberikan berbagai kemudahan bagi investor. Mulai dari regulasi yang mendukung iklim investasi hingga penyediaan infrastruktur yang memadai. Salah satu fokus utama adalah pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK), yang menyimpan peluang besar untuk sektor pengolahan kelapa sawit dan turunannya.

Delegasi TETO yang dipimpin oleh Bruce Hung mengenalkan peran kantor tersebut sebagai representasi ekonomi dan perdagangan Taiwan di Indonesia. Delegasi hadir lengkap dengan para ahli dari sektor perbankan, teknologi, hingga industri pengolahan kayu.

Bruce menegaskan bahwa Kalimantan Timur memiliki potensi luar biasa sebagai mitra investasi jangka panjang.

“Kami yakin masa depan pembangunan ekonomi bergantung pada sinergi lintas negara. Taiwan siap menjadi mitra strategis Kalimantan Timur, bukan hanya dalam investasi, tetapi juga dalam transfer teknologi, pendidikan, dan pengembangan energi hijau,” ujar Bruce di hadapan jajaran Pemprov Kaltim.

Selain sektor pengolahan kayu, Bruce juga menyoroti minat mereka pada industri kelapa sawit, pertanian berkelanjutan, perikanan, dan pengembangan energi hijau yang kini menjadi prioritas global.

Dari sektor keuangan, Iwan, perwakilan perbankan Taiwan, memberikan kesaksian terkait keterlibatannya di Kaltim selama lebih dari satu dekade. Ia mengungkapkan bahwa proyek pertamanya adalah pendanaan sebuah hotel dan pusat perbelanjaan yang kini menjadi ikon hiburan dan akomodasi di Samarinda.

Iwan berharap ke depan hubungan kemitraan strategis dengan pelaku usaha lokal dapat semakin erat, baik melalui pembiayaan proyek, kolaborasi teknologi finansial, maupun dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).