KabarKalimantan.id – Ratusan warga memadati Jalan Yos Sudarso, Kota Palangka Raya, Selasa (7/10/2025) siang. Di tengah cuaca terik, antrean panjang terlihat di depan tenda Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Ditbinmas Polda Kalimantan Tengah (Kalteng).
Kegiatan yang digelar setiap Senin hingga Jumat ini menjadi solusi bagi masyarakat yang tengah menghadapi kenaikan harga bahan pokok, terutama beras. Dalam program tersebut, beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dijual hanya Rp60 ribu per sak isi 5 kilogram, jauh lebih murah dibanding harga pasar yang bisa mencapai Rp75 ribu.
“Gerakan ini adalah bentuk nyata sinergi antara Polri dan Perum Bulog dalam menjaga stabilitas harga pangan serta membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok,” ujar Dirbinmas Polda Kalteng Kombes Pol Budhi Rochmat, mewakili Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan.
Budhi menjelaskan, pasar murah ini merupakan bagian dari program nasional yang digerakkan oleh Polri di seluruh Indonesia. Di Kalteng, kegiatan dilakukan secara mobile, berpindah dari satu titik ke titik lain agar menjangkau masyarakat lebih luas, termasuk wilayah pelosok.
“Personel Ditbinmas menjual beras murah secara bergiliran tanpa kenal lelah. Kami ingin memastikan masyarakat dari berbagai lapisan bisa merasakan manfaatnya,” tambah Budhi.
Disambut Antusias Warga
Antusiasme warga terlihat dari panjangnya antrean sejak pagi. Salah satu warga, Nurhayati (42), mengaku senang bisa membeli beras murah berkualitas.
“Harga beras di pasar sekarang mahal. Alhamdulillah ada pasar murah ini, jadi bisa hemat untuk kebutuhan rumah tangga,” ujarnya sambil menenteng dua sak beras SPHP.
Warga lainnya, Herman (35), berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut hingga akhir tahun. “Kalau bisa jangan cuma di kota, tapi juga sampai ke desa-desa. Banyak warga yang butuh bantuan seperti ini,” katanya.
Jaga Daya Beli dan Ketahanan Pangan
Polda Kalteng menyebut, pasar murah ini tidak hanya berfokus pada distribusi beras, tetapi juga sebagai langkah strategis menjaga daya beli masyarakat serta ketahanan pangan daerah di tengah ketidakpastian ekonomi nasional.
Program ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi efektif antara pemerintah dan aparat keamanan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. “Kami akan terus hadir membantu masyarakat melalui program-program sosial yang bermanfaat,” tegas Kombes Pol Budhi Rochmat.
Dengan keberlanjutan Gerakan Pangan Murah ini, diharapkan harga beras tetap stabil dan masyarakat Kalimantan Tengah bisa terbantu dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.












