Kalbar  

Modus Kloning HP via WhatsApp Petugas Disdukcapil Palsu: Warga Pontianak Rugi Belasan Juta Rupiah

Kronologi Penipuan: Verifikasi KTP Digital Berujung Kloning HP

Modus Kloning HP via WhatsApp Petugas Disdukcapil Palsu: Warga Pontianak Rugi Belasan Juta Rupiah. (ILUSTRASI: AI)

KabarKalimantan.id – Aksi kejahatan siber (cyber crime) dengan modus social engineering kembali marak di Kalimantan Barat. Setelah sebelumnya menyasar tokoh publik seperti Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, dan Mantan Gubernur Kalbar, Sutarmidji, kini kejahatan serupa menimpa seorang warga di Pontianak Tenggara berinisial FS.

FS mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah setelah saldo di rekening mobile banking-nya ludes. Korban telah melaporkan kejadian ini ke Polda Kalbar pada Sabtu, 11 Oktober 2025, untuk proses hukum lebih lanjut.

Menurut keterangan FS, kejadian bermula saat ia dihubungi melalui aplikasi WhatsApp oleh nomor tak dikenal. Penelpon tersebut mengaku sebagai petugas dari Disdukcapil Kecamatan Pontianak Tenggara.

“Saat itu saya baru pulang umrah, kondisi sedang lelah dan mengantuk. Modusnya menelepon, mengaku dari kantor kecamatan Pontianak Tenggara dan meminta data,” terang FS.

Oknum penipu tersebut menggunakan foto profil yang meyakinkan, mengenakan seragam dinas kantor kecamatan, dan beralasan ingin membantu korban memverifikasi KTP digital di dalam sistem.

FS melanjutkan, penipu kemudian mengirimkan tautan (link) yang mengatasnamakan kantor Disdukcapil dengan logo Garuda yang terlihat resmi. Saat FS membuka tautan dan mengisi data verifikasi, penipu secara bersamaan melakukan aksi kloning terhadap perangkat ponsel korban.

“Waktu dia memandu, dia sambil mengkloning HP saya. Setelah selesai, HP saya langsung panas dan layarnya seperti berputar-putar loading, tidak bisa digunakan, lalu terkunci (terlock),” jelas FS.

Setelah ponselnya lumpuh, FS langsung bergegas menuju bank untuk memeriksa rekening. Kekhawatiran FS menjadi kenyataan; saldo di M-Banking-nya telah habis dikuras oleh pelaku.

Kasus yang menimpa FS ini menambah panjang daftar korban kejahatan siber di Kalbar yang menggunakan teknik penipuan identitas (impersonasi) dan manipulasi psikologis (social engineering). Pelaku memanfaatkan momen lengah korban dan menggunakan tampilan yang kredibel (seperti seragam dinas dan logo resmi) untuk menjebak korban agar memberikan data pribadi atau mengklik tautan berbahaya.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap panggilan, pesan, atau tautan mencurigakan yang mengatasnamakan instansi pemerintah, terutama yang meminta data pribadi, informasi perbankan, atau memandu proses login. Verifikasi KTP digital tidak pernah dilakukan melalui panggilan WhatsApp atau tautan yang tidak resmi.

Jika ada keraguan, masyarakat disarankan segera menghubungi instansi terkait (seperti Disdukcapil) melalui kanal resmi mereka atau melaporkannya kepada pihak kepolisian terdekat.