Harga Tanah di IKN Masih Murah Kisaran Rp400 Ribu Per Meter

Lahan di Kawasan IKN Titik Nol (Int).

KabarKalimantan.id — Presiden RI Joko Widodo menawarkan para pengusaha untuk berinvestasi di kawasan Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur. Ia menyampaikan dalam sambutannya untuk berinvestasi tanah yang saat ini masih murah.

Saat memberikan sambutan diacara peletakan batu pertama Astra Biz Center dan Nusantara Botanical Garden di IKN, orang nomor 1 di Indonesia itu mengatakan jika investasi di IKN merupakan langkah membeli masa depan karena harga tanahnya masih murah.

“Investasi di IKN Nusantara ini membeli masa depan, bapak ibu jangan membayangkan seperti sekarang,” kata Jokowi dalam sambutannya, Selasa (4/6).

Saat ini kata Jokowi harga tanah di IKN saat ini masih Rp 400 – 800 ribu per meter, masih sangat jauh jika dibandingkan di Balikpapan yang hanya Rp 15 juta per meter dan Jakarta yang mencapai Rp 200 juta per meter.

“Kalau bapak – ibu berubahnya nanti, tanahnya sudah habis,” ungkap Jokowi dihadapan para pengusaha seperti Ketua Konsorsium Nusantara Sugianto Kusuma alias Aguan, dan beberapa anggota dari Konsorsium lainnya.

Untuk diketahui jika saat ini memang tol Balikpapan – IKN belum selesai dibangun. Sehingga untuk akses perjalanan membutuhkan waktu hingga beberapa jam menuju IKN. Namun kata ayah dari Gibran Raka Buming Raka ini jika nanti tolnya jadi hanya membutuhkan waktu 30 hingga 40 menit saja.

Ia menambahkan jika fasilitas akses transportasi seperti bandara juga rampung dibangun juga memangkas waktu perjalanan untuk menuju IKN. Sehingga ia mengatakan kepada para pengusaha yang hadir, pandangan terhadap IKN akan berubah.

“Harga itu saya sampaikan besok bisa berubah tergantung nanti pak Kepala Otorita, kalau yang minta banyak, demand-nya gede otomatis harga naik,” pungkas Jokowi.

Harga Tanah di Penajam, Paser Utara, Kalimantan Timur

Hasil penelusuran diberbagai sumber jika tahun lalu, di 2023 awal harga tanah di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) berkisar Rp1 juta per meter persegi. Dimana harga tersebut termasuk murah jika dibandingkan dari Kota Balikpapan, Samarinda hingga kota besar seperti Makassar dan Jakarta.

Menariknya pada tahun lalu di kawasan Sepaku, Penajam Paser Utara, harga tanah dijual sekitar Rp150 ribu per meter persegi. Ada pula tanah yang dijual dengan harga Rp275 ribu per meter persegi. Bahkan yang di maksud Presiden Joko Widodo baru-baru ini ada pula yang kisaran Rp400 ribu hingga Rp 800 ribuan.

Ilustrasi Jalan Tol Balsam, (Dok. PT Jasmarga Related Business (JMRB).

Harga Lahan di Kaltim Meningkat Pesat: Dorongan untuk Pertumbuhan Ekonomi

Penajam Paser Utara, sebuah kabupaten yang terletak di Kalimantan Timur, semakin menarik perhatian karena kenaikan harga lahan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kabupaten ini menjadi sorotan karena menjadi lokasi proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), yang merupakan salah satu proyek terbesar dalam sejarah pembangunan Indonesia.

Menurut data terbaru dari Badan Pengembangan Kawasan Industri Strategis Nasional (BPKISN), harga lahan di Penajam Paser Utara telah mengalami kenaikan yang cukup mencolok. Dalam periode dua tahun terakhir, harga lahan di kabupaten ini naik sekitar 30%. Faktor-faktor seperti percepatan pembangunan infrastruktur, minat investor yang tinggi, dan rencana pembangunan IKN menjadi pendorong utama di balik kenaikan ini.

Salah satu faktor yang mempengaruhi kenaikan harga lahan adalah lokasi strategis Penajam Paser Utara. Terletak dekat dengan kota besar seperti Balikpapan dan Samarinda, serta memiliki akses yang baik ke pelabuhan dan sumber daya alam yang melimpah, kabupaten ini menjadi magnet bagi investor yang mencari peluang bisnis yang menjanjikan.

Proyek pembangunan IKN juga menjadi pemicu utama bagi kenaikan harga lahan di daerah ini. Rencana pembangunan infrastruktur, fasilitas industri, dan perkotaan di sekitar IKN telah menarik minat besar dari perusahaan-perusahaan dalam dan luar negeri. Hal ini tidak hanya menciptakan permintaan yang tinggi terhadap lahan, tetapi juga memberikan dorongan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi lokal.

Meskipun kenaikan harga lahan memberikan peluang besar bagi pemilik lahan dan pengembang properti, hal ini juga menimbulkan beberapa tantangan. Di antaranya adalah meningkatnya tekanan terhadap keberlanjutan lingkungan, peningkatan harga properti yang dapat mengakibatkan kesenjangan sosial, serta masalah sosial dan infrastruktur yang perlu diatasi.

Dalam menghadapi dinamika ini, penting bagi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan untuk mengambil langkah-langkah yang bijaksana. Hal ini termasuk pembuatan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, pengelolaan sumber daya alam secara bijaksana, serta pembangunan infrastruktur yang memadai untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Penajam Paser Utara. Dengan demikian, kabupaten ini dapat terus menjadi magnet bagi investasi dan motor penggerak pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur.