Dispar Yogyakarta Sambut Positif Penerbangan Langsung ke Tarakan, Dorong Aksesibilitas dan Pertumbuhan Wisata

Dokumentasi Bandar Juwata Tarakan

KabarKalimantan.id — Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Yogyakarta menyambut antusias pembukaan rute penerbangan langsung antara Yogyakarta dan Tarakan, Kalimantan Utara. Kehadiran jalur ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat konektivitas pariwisata antardaerah yang memiliki potensi besar di wilayah masing-masing.

“Ada tiga pilar utama dalam membentuk daya tarik destinasi wisata: amenitas, atraksi, dan aksesibilitas. Dua aspek pertama sudah banyak dimiliki oleh berbagai kota, tetapi aksesibilitas sering menjadi tantangan utama. Penerbangan langsung ini adalah solusi konkret,” ujar Kepala Dispar Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko, Jumat (20/6/2025).

Ia menjelaskan, Tarakan berfungsi sebagai simpul utama mobilitas di Kalimantan Utara, menjembatani akses ke berbagai kabupaten di sekitarnya. Sementara Yogyakarta telah lama dikenal sebagai episentrum pariwisata budaya dan pendidikan di Jawa. Dengan hadirnya penerbangan langsung ini, potensi pergerakan wisatawan antarwilayah diyakini akan mengalami peningkatan signifikan.

Meski secara nasional tren kunjungan wisata cenderung melandai, Yogyakarta tetap mencatat performa positif dalam hal jumlah kunjungan, lama tinggal, serta tingkat pengeluaran wisatawan.

“Direct flight ini akan memperkuat tren positif tersebut. Lebih dari itu, ini merupakan kontribusi konkret bagi pertumbuhan sektor pariwisata Kalimantan Utara,” lanjut Wahyu.

Ia menambahkan bahwa jalur udara langsung dapat mengatasi persoalan tarif transportasi yang selama ini kerap menjadi keluhan publik. Dengan terbukanya jalur ini, diharapkan maskapai lain turut serta membuka layanan serupa, sehingga kompetisi sehat dapat menekan harga tiket dan mendorong efisiensi biaya perjalanan.

“Dengan makin banyaknya maskapai yang membuka rute Yogyakarta–Tarakan, biaya akan semakin kompetitif. Ini tentu akan sangat menguntungkan bagi wisatawan,” katanya.

Wahyu juga optimistis jalur penerbangan ini akan memperkuat arus wisatawan dua arah: dari Kalimantan Utara ke Yogyakarta dan sebaliknya.

“Kami berharap warga Yogyakarta dapat memanfaatkan Tarakan sebagai pintu gerbang menuju keindahan alam dan budaya Kalimantan Utara. Sebaliknya, wisatawan dari Kaltara juga bisa menjelajahi kekayaan sejarah dan kebudayaan yang khas di Yogyakarta,” tutupnya.