KabarKalimantan.id — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Sosial menunjukkan respons cepat terhadap serangkaian musibah kebakaran yang melanda sejumlah kawasan di Kota Banjarmasin sepanjang Mei 2025. Bantuan logistik darurat disalurkan kepada ratusan warga yang terdampak guna memenuhi kebutuhan dasar mereka pasca-kejadian.
Plt. Kepala Dinas Sosial Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai, melalui Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS), Yoefi Fahromi, menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah situasi darurat adalah bentuk nyata kepedulian negara terhadap warganya.
“Bantuan yang kami salurkan berupa logistik dasar seperti food ware, kids ware, family kit, makanan siap saji, hingga kompor gas. Ini ditujukan untuk mendukung aktivitas memasak, baik di dapur umum maupun keluarga terdampak,” ujar Yoefi di Banjarmasin, Senin (16/6/2025).
Dari hasil asesmen dan koordinasi bersama kelurahan serta Dinas Sosial Kota Banjarmasin, tercatat sedikitnya 68 Kepala Keluarga (KK) atau lebih dari 200 jiwa terdampak akibat kebakaran di lima titik lokasi berbeda sepanjang bulan Mei.
Berikut rincian lokasi dan jumlah warga terdampak:
9 Mei 2025, Jalan A. Yani Km 5, Komplek Karya Mandiri, Kelurahan Pemurus Luar, Kecamatan Banjarmasin Timur: 15 KK (35 jiwa)
9 Mei 2025, Kelurahan Kelayan Luar, Kecamatan Banjarmasin Tengah: 18 KK (53 jiwa)
25 Mei 2025, Jalan AES Nasution Gang 6, Kelurahan Gadang, Kecamatan Banjarmasin Tengah: 9 KK (25 jiwa)
25 Mei 2025, Barito Hulu Pasar, Kelurahan Pelambuan, Kecamatan Banjarmasin Barat: 16 KK (49 jiwa)
28 Mei 2025, Jalan Pasar Pagi, Kelayan Muara Gang Ketawa, Kelurahan Kelayan Luar: 10 KK (29 jiwa)
Yoefi menambahkan bahwa distribusi bantuan tidak dilakukan secara asal, melainkan melalui asesmen lapangan bersama pihak RT, kelurahan, dan dinas sosial setempat untuk memastikan data valid serta penyaluran tepat sasaran.
“Selain bantuan logistik, kami juga memberikan layanan dukungan psikososial terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia yang sangat terdampak secara emosional,” jelasnya.
Dinas Sosial Kalsel juga berkomitmen untuk terus memantau proses pemulihan sosial warga yang terdampak. Koordinasi lintas sektor terus dilakukan apabila dibutuhkan bantuan lanjutan, baik berupa hunian sementara maupun program pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi juga dalam proses pemulihan jangka menengah.
“Bencana kebakaran ini bukan hanya soal kehilangan harta benda, tetapi juga trauma dan beban psikologis. Maka kami pastikan bahwa kehadiran negara mencakup pemulihan fisik dan sosial,” tegas Yoefi.
Dengan penyaluran bantuan ini, diharapkan masyarakat terdampak bisa segera pulih dan bangkit menjalani kehidupan sehari-hari. Pemerintah Provinsi Kalsel menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam setiap situasi darurat yang menimpa masyarakat.
“Ini adalah bentuk tanggung jawab sosial pemerintah. Kami akan selalu hadir kapan pun dan di mana pun masyarakat memerlukan,” tutup Yoefi.












