KabarKalimantan.com — Kota Balikpapan menjadi pusat perhatian nasional dengan menjadi tuan rumah perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Real Estate Indonesia (REI). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antaranggota REI dari seluruh Indonesia, tetapi juga memberi dampak ekonomi nyata dengan perputaran uang yang diperkirakan mencapai Rp30–40 miliar.
Ketua Umum DPP REI Joko Suranto menyebut, acara ini merupakan bagian dari agenda organisasi untuk menggali potensi daerah sekaligus berbagi pengalaman antaranggota.
“Bagaimana kita menggali potensi yang ada di sekitar kita,” kata Joko usai welcome dinner di Hotel Novotel Balikpapan, Kamis malam (15/5).
Menurutnya, penyelenggaraan event nasional seperti ini di daerah membuka peluang bagi sektor properti lokal, sekaligus menyerap potensi ekonomi dan industri penunjang seperti perhotelan, transportasi, kuliner, dan UMKM.
Joko menegaskan bahwa REI tetap berada di posisi mendukung penuh kebijakan pemerintah, khususnya dalam pengembangan sektor properti. Namun, ia juga menekankan perlunya stimulus tambahan dari pemerintah agar sektor ini bisa tumbuh lebih cepat dan merata.
“Kalau kami menghadapi keterbatasan, kami tentu berharap pemerintah bisa membantu. Dukungan itu penting untuk menjaga momentum pertumbuhan sektor properti,” ujarnya.
Dalam momentum HUT ke-53 ini, Joko menyampaikan apresiasinya terhadap semangat seluruh anggota REI yang hadir dari berbagai daerah.
“Kalau ada kekurangan, mari kita perbaiki bersama. Kalau ada kesalahan, mari kita luruskan. REI adalah properti, dan properti adalah REI,” tegasnya.
Ia mengajak para anggota untuk berpikir positif dan adaptif terhadap perubahan, mengingat tantangan di sektor properti memerlukan pendekatan baru agar lebih kompetitif dan berkelanjutan.
“Kalau cara pandang kita masih seperti dulu, banyak proyek dari era 80-an atau 90-an yang tidak akan selesai. Kita perlu cara pandang baru untuk membangun masa depan sektor properti,” jelasnya.
Joko menilai Balikpapan sebagai kota yang berkembang pesat dan sangat strategis, terutama dengan posisi geografisnya yang dekat dengan Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal ini membuat Balikpapan menjadi lokasi yang ideal untuk pelaksanaan kegiatan skala nasional.
“Kota ini punya potensi besar, dan kehadiran REI di sini adalah bentuk kontribusi nyata kami terhadap pertumbuhan daerah,” pungkas Joko.
Dengan sinergi antara pelaku usaha properti dan pemerintah, serta semangat kolaborasi yang terus dibangun melalui forum-forum seperti HUT REI ini, diharapkan sektor properti Indonesia dapat menjadi motor penggerak ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.








