KabarKalimantan.id – Jabatan Imigresen Malaysia Negeri Sabah (JIM Sabah) kembali melaksanakan program pemulangan warga negara asing tanpa izin (PATI) ke negara asal. Sebanyak 209 Warga Negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya menjalani hukuman di Depot Imigresen Sabah, telah diusir dan dipulangkan secara paksa ke Nunukan, Indonesia, pada 25 September 2025.
Ratusan WNI ilegal yang dipulangkan ini terdiri dari 150 pria dewasa, 35 wanita dewasa, 17 anak laki-laki, dan 7 anak perempuan, dengan rentang usia antara 1 hingga 60 tahun.
Para tahanan PATI WNI tersebut dijemput dari Depot Imigresen Kota Kinabalu dan Depot Imigresen Sandakan, Sabah. Proses pemulangan kemudian dilakukan melalui Terminal Feri Tawau menuju Pelabuhan Nunukan, Indonesia, menggunakan dua kapal feri, yakni FRANCIS EXPRESS dan PURNAMA EXPRESS.
JIM Sabah menjelaskan, pemindahan tahanan ini dilakukan setelah para WNI yang bersangkutan selesai menjalani hukuman penjara atas pelanggaran yang dilakukan di Malaysia.
Pelanggaran dan Sanksi Hukum yang Dikenakan
WNI ilegal ini diyakini telah melakukan pelanggaran di bawah Seksyen 15(1)(c) dan Seksyen 6(1)(c) Akta Imigresen 1959/63 (Akta 155) serta Peraturan-Peraturan Imigresen 1963. Pelanggaran utama meliputi masuk ke Malaysia tanpa pas atau izin yang sah dan tinggal melebihi batas waktu (overstay).
Setelah proses pemindahan ke negara asal selesai dan dokumen perjalanan dilengkapi, seluruh tahanan PATI ini akan secara otomatis disenaraihitamkan (di-blacklist) dari sistem Imigresen Malaysia.
Total Pemulangan WNI Sepanjang 2025
Pemulangan 209 WNI ini menambah panjang daftar PATI yang telah dipulangkan ke Indonesia sepanjang tahun 2025.
Direktur Imigresen Negeri Sabah, Datuk SH Sitti Saleha Binti Habib Yussof, menyatakan bahwa hingga saat ini, seramai 1.496 tahanan PATI WNI telah dipulangkan ke negara asal. Secara keseluruhan, total warga negara asing yang berhasil dipindahkan ke negara asalnya pada tahun 2025 telah mencapai 8.025 orang.
Pelaksanaan program pemindahan tahanan ini dilakukan secara berkala dan sangat bergantung pada penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) yang dikeluarkan oleh pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Malaysia.
Peringatan Keras kepada Majikan dan Masyarakat
Dalam keterangannya, JIM Sabah menegaskan tidak akan berkompromi terhadap warga negara asing yang menyalahgunakan izin tinggal atau kemudahan yang diberikan. Operasi penguatkuasaan akan terus ditingkatkan dari waktu ke waktu untuk memberantas PATI.
Selain itu, JIM Sabah juga memberikan peringatan keras kepada pihak yang terlibat dalam mempekerjakan PATI. Tindakan pendakwaan akan dikenakan kepada majikan, pemilik premis, atau individu yang mempekerjakan warga negara asing tanpa dokumen perjalanan dan pas yang sah.
Pihak Imigresen menasihati masyarakat dan majikan di Malaysia agar senantiasa mengikuti saluran resmi dan berlandaskan undang-undang dalam mempekerjakan warga negara asing.












