KabarKalimantan.id — Maraknya penipuan dengan modus beragam akhir-akhir ini kembali marak terjadi. Bahkan tidak hanya melaui telpon skema kejahatan untuk menguras rekening anda melalui layanan pesan singkat seperti Whatsapp maupun email.
Pada dasarnya, para penjahat siber melakukan social engineering atau memanipulasi psikologis korban agar mendapatkan akses informasi tertentu yang seharusnya terbatas. Salah satu yang menjadi incaran pelaku adalah informasi untuk membobol rekening korban. Sepanjang tahun 2023, aksi penipuan dilakukan dengan mengirim file apk dalam tampilan foto paket, tagihan, pengumuman bank, hingga undangan pernikahan.
Bahkan terbaru, pelaku memanfaatkan momentum pemilu dan mengirim file apk dengan modus pemberitahuan tempat pemungutan suara (TPS).
Seiring dengan kemajuan teknologi, penipuan melalui telepon menjadi ancaman yang semakin meresahkan pada pertengahan tahun 2024 ini. Para penipu terus berinovasi dan menggunakan berbagai metode untuk mengecoh korban-korbannya.
Berikut adalah beberapa tren penipuan melalui telepon yang perlu diwaspadai pada tahun ini:
Penipuan Identitas Palsu (Spoofing):
Salah satu metode yang sering digunakan oleh penipu adalah spoofing, di mana mereka menggunakan teknologi untuk memalsukan nomor telepon sehingga terlihat seperti panggilan dari lembaga keuangan atau lembaga resmi lainnya. Hal ini membuat korban sulit untuk membedakan panggilan yang asli dengan yang palsu.
Penipuan Pencucian Uang (Money Laundering Scams):
Penipu sering menggunakan telepon untuk mencoba menjual produk atau layanan palsu dengan iming-iming keuntungan besar. Mereka kemudian meminta korban untuk mentransfer sejumlah uang sebagai pembayaran awal, namun sebenarnya uang tersebut digunakan untuk pencucian uang.
Penipuan Kesehatan dan Kedokteran:
Di tengah pandemi COVID-19, penipu memanfaatkan situasi ini dengan menyebarkan informasi palsu tentang pengobatan atau vaksin COVID-19 yang tidak terbukti keamanannya. Mereka kemudian menawarkan produk atau layanan tersebut kepada korban dengan harga yang mahal.
Penipuan Pajak dan Tagihan:
Penipu sering mengaku sebagai agen pajak atau perwakilan dari lembaga keuangan untuk menakut-nakuti korban dengan ancaman denda atau tindakan hukum jika tidak segera membayar tagihan yang diduga belum terbayar.
Penipuan Hadiah dan Undian:
Penipu sering menggunakan telepon untuk memberitahu korban bahwa mereka telah memenangkan hadiah atau undian yang besar. Namun, sebelum mendapatkan hadiah tersebut, korban diminta untuk membayar biaya administrasi atau pajak terlebih dahulu.
Penipuan Teknologi:
Penipu juga menggunakan telepon untuk menyebarkan malware atau virus melalui panggilan atau pesan teks yang mengaku berasal dari perusahaan teknologi terkemuka. Mereka berusaha untuk mencuri informasi pribadi atau keuangan korban.
Untuk melindungi diri dari penipuan melalui telepon, penting untuk tetap waspada dan mengikuti langkah-langkah pencegahan berikut:
– Jangan pernah memberikan informasi pribadi atau keuangan kepada pihak yang menghubungi Anda melalui telepon.
– Verifikasi identitas pihak yang menghubungi Anda sebelum memberikan informasi sensitif.
– Waspadai tanda-tanda penipuan, seperti tekanan untuk mengambil keputusan cepat atau iming-iming keuntungan besar.
– Laporkan setiap panggilan atau pesan yang mencurigakan kepada otoritas yang berwenang.
– Gunakan aplikasi penyaring panggilan untuk membantu mengidentifikasi dan menghindari panggilan penipuan.
– Edukasi diri sendiri dan orang lain tentang berbagai jenis penipuan melalui telepon yang mungkin terjadi.
– Dengan tetap waspada dan mengikuti langkah-langkah pencegahan tersebut, kita dapat membantu melindungi diri dan orang lain dari ancaman penipuan melalui telepon yang semakin meningkat pada tahun 2024.









