KabarKalimantan.id – Universitas PGRI Pontianak secara resmi melepas 19 mahasiswa untuk mengikuti Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 2 di Kabupaten Kayong Utara.
Penyerahan ini dilakukan langsung oleh Rektor Universitas PGRI Pontianak, Muhammad Firdaus kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Kayong Utara, Erwin Sudrajat di Aula Pendopo Bupati Kayong Utara, Sukadana, Rabu (9/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Firdaus mengatakan pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Universitas PGRI Pontianak dalam mempersiapkan calon pendidik yang profesional, berkarakter, dan memiliki pengalaman langsung di lingkungan sekolah.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga memahami secara langsung kondisi, kebutuhan, serta tantangan pendidikan di daerah asal mereka,” ucapnya.
Firdaus juga menyoroti pentingnya pemerataan tenaga pendidik hingga ke wilayah 3T, khususnya di daerah kepulauan Kabupaten Kayong Utara.
Baca Juga : Gubernur Norsan Alokasikan Dana BTT untuk Percepat Penanganan Karhutla
Wilayah seperti Pulau Mayak dan Pulau Pelapis memiliki tantangan geografis dan aksesibilitas tersendiri, sehingga membutuhkan perhatian bersama dalam memastikan keberlanjutan layanan pendidikan dan ketersediaan tenaga pendidik.
“Pendidikan harus dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk masyarakat yang berada di wilayah kepulauan dan daerah yang memiliki keterbatasan akses,” ujarnya.
Firdaus berharap kehadiran mahasiswa PLP 2 dapat memberikan manfaat bagi sekolah sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar dan berkontribusi bagi daerah asalnya.
Kemudian, memperkuat sinergi antara Universitas PGRI Pontianak dengan Pemerintah Kabupaten Kayong Utara, Dinas Pendidikan, PGRI, dan sekolah-sekolah mitra dalam mendukung pemerataan serta peningkatan kualitas pendidikan.
“Kabupaten Kayong Utara membutuhkan generasi muda yang memiliki ilmu, kompetensi, dan semangat untuk ikut membangun pendidikan, termasuk di wilayah-wilayah kepulauan,” tambahnya
Pihak Pemerintah Kabupaten Kayong Utara menyambut positif kedatangan para mahasiswa tersebut.
Sekda Erwin Sudrajat menilai program PLP 2 ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menguatkan pengalaman praktis serta meningkatkan kompetensi mengajar.
Karena menurutnya, sektor pendidikan merupakan pilar strategis dalam pembangunan daerah.
“Kehadiran para calon guru ini di sekolah-sekolah setempat diyakini mampu membawa inspirasi serta energi positif bagi para siswa dan lingkungan pendidikan secara keseluruhan,” katanya.
Lebih lanjut, Erwin berpesan agar para mahasiswa tidak memandang penugasan ini sekadar sebagai pemenuhan syarat akademis semata.
“Maknai program ini sebagai momentum penting untuk mengabdi dan mengambil peran aktif dalam membangun Kabupaten Kayong Utara lewat jalur pendidikan,” pesannya.
Sementara itu, Koordinator PLP 2, M. Sadikin menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemkab Kayong Utara, Dinas Pendidikan, PGRI, serta jajaran sekolah mitra atas fasilitas dan sambutan hangat yang diberikan.
Ia juga berpesan kepada seluruh mahasiswa peserta program agar senantiasa menjaga integritas dan memegang teguh nama baik almamater.
“Junjung tinggi kehormatan almamater dan berikan yang terbaik untuk pendidikan di Kabupaten Kayong Utara,” katanya
Untuk diketahui, kegiatan yang dilaksanakan pada 1 September hingga 11 Desember 2026 ini para mahasiswa yang seluruhnya berasal dari Kabupaten Kayong Utara akan ditempatkan di lima sekolah mitra.










