KabarKalimantan.id – Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf (Penaiszawa) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, H. Rohadi, M.Si., mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memperkuat integritas, disiplin, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Rohadi saat memimpin apel rutin Senin pagi di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Senin (13/7/2026).
Mengawali amanatnya, Rohadi mengutip hadis riwayat Imam Al-Bukhari Nomor 3484 yang berbunyi, “Jika kamu tidak malu, maka berbuatlah sesukamu.”
Menurut Rohadi, hadis tersebut menjadi pengingat penting bahwa rasa malu merupakan benteng moral yang akan menjaga seseorang tetap berada pada koridor yang benar dalam menjalankan amanah.
“Hadis ini mengajarkan bahwa rasa malu adalah bagian dari pengendalian diri. Karena itu, setiap ASN harus memiliki kesadaran untuk menjalankan tugas dengan disiplin, bertanggung jawab, dan menjaga integritas,” ujarnya.
Baca Juga : Angkat Marwah Jurnalis di Era VUCA, AMSI Kalbar Gelar Uji Kompetensi Guna Perkuat Kepercayaan Publik
Dirinya juga mengingatkan seluruh pegawai agar tidak menghabiskan energi untuk mencari atau membicarakan kekurangan orang lain, melainkan lebih fokus melakukan evaluasi dan memperbaiki diri.
“Jangan sibuk melihat kekurangan orang lain. Yang paling penting adalah bagaimana kita terus berusaha memperbaiki diri sendiri,” pesannya.
Menurut Rohadi, kedisiplinan sederhana, seperti hadir tepat waktu dan mengikuti apel rutin, merupakan cerminan tanggung jawab seorang aparatur negara.
Budaya kerja yang disiplin, kata dia, menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Selain memberikan pembinaan kepada ASN, Rohadi juga menyampaikan sejumlah agenda strategis yang akan dilaksanakan Bidang Penaiszawa dalam waktu dekat.
Salah satunya adalah penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-34 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara.
Dirinya menjelaskan, ajang tersebut menjadi tahapan seleksi untuk menjaring qari, qariah, hafiz, hafizah, dan peserta terbaik yang akan mewakili Kalimantan Barat pada MTQ Tingkat Nasional di Semarang, Jawa Tengah, yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.
Selain itu, Rohadi mengungkapkan bahwa pada Oktober 2026 akan digelar MTQ Antar Bangsa Se-Borneo di Sarawak, Malaysia.
Kegiatan tersebut akan mempertemukan peserta dari lima provinsi di Pulau Kalimantan, Sarawak dan Sabah (Malaysia), serta Brunei Darussalam sebagai wadah mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat hubungan masyarakat serumpun melalui syiar Al-Qur’an.
Rohadi berharap seluruh jajaran Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat dapat memberikan dukungan penuh terhadap berbagai agenda tersebut sehingga mampu melahirkan prestasi yang membanggakan sekaligus memperkuat peran Kalimantan Barat dalam pengembangan syiar Islam di tingkat nasional maupun regional. (*) Source : Kemenag Kalimantan Barat










