Cegah Masalah Kesehatan Sejak Dini, Mahasiswa KKN kelompok 1 Gunung Lingai Edukasi Siswa SD

Penyuluhan kesehatan bagi anak sekolah dasar dipilih sebagai salah satu wujud pengabdian mahasiswa kepada masyarakat

Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM)Kelompok 1 Kelurahan Gunung Lingai

KabarKalimantan.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 1 Kelurahan Gunung Lingai, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, turun langsung ke sekolah dasar untuk memberikan penyuluhan kesehatan kepada murid kelas V dan VI. Sasaran kegiatan ini adalah SD Negeri 005 Sungai Pinang dan SD Negeri 015 Sungai Pinang.

Program ini merupakan bagian dari KKN Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) Periode 10 yang mengangkat tema KKN Berbasis Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat. Pelaksanaan KKN berjalan mulai 3 sampai 30 Agustus 2026 dengan bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), A. Suyatni Musrah, SKM., M.Kes.

Penyuluhan kesehatan bagi anak sekolah dasar dipilih sebagai salah satu wujud pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Kelompok sasarannya adalah murid kelas V dan VI yang sedang memasuki fase menjelang remaja, sehingga dianggap perlu dibekali pemahaman kesehatan sedini mungkin.

Ada empat tema kesehatan yang diangkat dalam kegiatan tersebut, yakni anemia, bahaya rokok, bahaya vape, dan kesehatan reproduksi. Pemilihan keempat tema ini bertujuan sebagai langkah promotif sekaligus preventif guna menumbuhkan pemahaman dan kepedulian murid terhadap kesehatan mereka sendiri.

Mengenali Anemia Sejak Dini
Untuk materi anemia, murid diajak memahami apa itu anemia, apa saja pemicunya, ciri-ciri serta gejalanya, hingga pengaruhnya terhadap kesehatan dan kegiatan belajar sehari-hari. Mahasiswa turut menguraikan cara-cara mencegah anemia, terutama dengan membiasakan makan makanan bergizi seimbang dan menjalani pola hidup sehat.

Melalui edukasi ini, murid diharapkan semakin memahami pentingnya mencukupi kebutuhan gizi pada masa pertumbuhan agar kesehatan dan tumbuh kembang mereka dapat berjalan optimal.

Waspada Bahaya Rokok dan Vape

Selain soal anemia, mahasiswa juga membahas bahaya rokok dan rokok elektronik (vape). Murid dikenalkan pada berbagai dampak buruk yang bisa timbul dari kebiasaan merokok maupun penggunaan vape.

Penyampaian materi dibuat dengan bahasa yang ringan dan disesuaikan dengan usia murid supaya lebih mudah dicerna. Mahasiswa juga mengajak murid untuk menjauhi kebiasaan merokok dan vape sejak dini, sekaligus melatih keberanian mereka menolak ajakan negatif dari teman sebaya maupun lingkungan sekitarnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal tumbuhnya kesadaran murid untuk menjaga diri dari kebiasaan-kebiasaan yang berisiko bagi kesehatan.

Membekali Pemahaman Kesehatan Reproduksi

Materi lain yang tak kalah penting adalah kesehatan reproduksi. Edukasi ini diberikan agar murid lebih siap menghadapi masa pubertas beserta berbagai perubahan yang menyertainya.

Mahasiswa memaparkan perubahan fisik maupun psikologis yang terjadi saat pubertas, pentingnya menjaga kebersihan diri termasuk organ reproduksi, serta perlunya memahami batasan diri dan menjaga keamanan pribadi ketika berinteraksi dengan orang lain.

Dengan edukasi kesehatan reproduksi yang diberikan sejak usia sekolah, murid diharapkan mampu memahami perubahan pada dirinya dengan cara yang tepat dan bertanggung jawab.

Dikemas Secara Interaktif dan Berbasis Riset

Supaya penyampaian materi tidak berjalan satu arah, kegiatan edukasi ini dirancang secara interaktif lewat pemaparan materi, sesi diskusi, tanya jawab, dan berbagai aktivitas edukatif lainnya. Murid diberi ruang untuk bertanya sekaligus menyampaikan pemahaman mereka atas materi yang telah diberikan.

Kegiatan ini juga menerapkan pendekatan berbasis riset. Tingkat pemahaman murid diukur lewat pretest sebelum edukasi dan posttest setelahnya, untuk melihat sejauh mana terjadi peningkatan pengetahuan akibat pemberian materi.

Selain itu, mahasiswa turut mengamati tingkat keaktifan dan antusiasme murid selama kegiatan berlangsung. Hasil pengamatan dan evaluasi ini menjadi acuan untuk menilai sejauh mana tujuan edukasi tercapai, sekaligus menjadi pembelajaran bagi mahasiswa dalam menjalankan program pengabdian kepada masyarakat.

DPL: Edukasi Kesehatan Sebaiknya Dimulai Sejak Usia Sekolah

Dosen Pembimbing Lapangan KKN Kelompok 1 UWGM Periode 10, A. Suyatni Musrah, SKM., M.Kes., turut mendampingi dan mengarahkan mahasiswa selama kegiatan berlangsung. edukasi kesehatan yang telah diberikan dapat meningkatkan pengetahuan sekaligus kesadaran murid sejak usia sekolah, khususnya terkait anemia, bahaya rokok dan vape, serta kesehatan reproduksi.

Dari edukasi yang diberikan mahasiswa bukan sekadar menambah pengetahuan murid, melainkan juga menumbuhkan kesadaran untuk menjaga kesehatan diri, kemampuan menghindari perilaku berisiko, serta kesiapan menghadapi masa pubertas dan pertumbuhan menuju remaja.

Pendekatan berbasis risetdan Pengabdian kepada Masyarkat (PKM) dalam KKN penting agar mahasiswa tidak sekadar menjalankan program berdasarkan dugaan semata, melainkan benar-benar melihat kondisi dan kebutuhan sasaran serta melakukan evaluasi atas intervensi yang telah dilakukan.

Mahasiswa, diharapkan mampu mengenali persoalan yang ada di tengah masyarakat, merancang intervensi yang sesuai kebutuhan, menjalankan kegiatan, dan melakukan evaluasi. Dengan begitu, KKN tidak hanya menjadi ajang belajar bagi mahasiswa, tetapi juga bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat.

Mendorong Lahirnya Generasi Muda yang Lebih Peduli Kesehatan

Kegiatan edukasi di SD Negeri 005 Sungai Pinang dan SD Negeri 015 Sungai Pinang ini diharapkan memberi manfaat, baik bagi murid maupun pihak sekolah. Bagi murid, pengetahuan yang diperoleh diharapkan menjadi bekal untuk menerapkan gaya hidup sehat dalam keseharian mereka.

Bagi mahasiswa KKN sendiri, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mempraktikkan langsung ilmu yang dipelajari di bangku kuliah di tengah masyarakat. Mahasiswa juga memperoleh pengalaman berharga dalam memberikan edukasi, berkomunikasi dengan anak usia sekolah, mengenali persoalan di lapangan, hingga menjalankan pengabdian dengan pendekatan berbasis riset.

Kegiatan ini sekaligus menjadi salah satu bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Lewat edukasi kesehatan yang digalakkan sejak usia sekolah, KKN Kelompok 1 Kelurahan Gunung Lingai berharap dapat turut membentuk generasi muda yang lebih sehat, berpengetahuan luas, dan mampu menjaga kesehatan dirinya sejak dini.