Kalbar  

Tak di Rumah saat Penggeledahan, Norsan Sebut KPK Tak Temukan Bukti Korupsi Proyek

Rumah Dinas dan Pribadi Gubernur Kalbar Digeledah KPK Terkait Kasus Proyek Jalan 2015

Gubernur Kalbar, Ria Norsan bersama Istrinya yang Juga Bupati Mempawah, Erlina. (FOTO: FB/KALBARBERKAH)

KabarKalimantan.id – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, membenarkan kabar penggeledahan yang dilakukan oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di sejumlah kediamannya pada Kamis (25/9) kemarin. Penggeledahan tersebut dilakukan sebagai bagian dari penyidikan dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek peningkatan jalan Tahun Anggaran 2015.

Dalam keterangan pers pada Jumat (26/9) siang, Norsan mengakui bahwa ada tiga lokasi yang menjadi target penggeledahan, yaitu:

1. Rumah Pribadi di Gang Airlangga Nomor 1, Jalan Pangeran Natakusuma, Pontianak.
2. Rumah Dinas Pendopo Gubernur Kalbar di Jalan Ahmad Yani, Pontianak.
3. Rumah Dinas Bupati Mempawah di Kabupaten Mempawah.

Norsan Tak di Tempat Saat Tim KPK Datang

Ria Norsan menjelaskan bahwa ia tidak berada di rumah dinas saat tim penyidik KPK tiba. “Saya kebetulan di kantor, pas lagi kerja. Kalau enggak salah, kira-kira 20 menit saya turun dari rumah, nah, mereka datang,” ujar Norsan.

Meskipun demikian, Norsan menegaskan bahwa dirinya telah mengizinkan proses penggeledahan tersebut. Ia juga menyebut tim penyidik berjumlah sekitar sembilan orang, termasuk dua petugas dari Polda setempat.

Klaim Gubernur Kalbar: KPK Tak Temukan Bukti Korupsi

Poin utama yang disampaikan Ria Norsan adalah klaim bahwa tim penyidik KPK tidak menemukan berkas atau bukti yang berkaitan dengan dugaan korupsi proyek jalan tersebut di ketiga lokasi.

“Alhamdulillah, di tiga lokasi itu enggak ada yang didapatkan yang berkaitan dengan proyek tersebut, ya, baik di Mempawah maupun di Pontianak,” tegas Norsan.

Norsan juga mengklarifikasi terkait barang-barang yang dibawa. Ia menyebut bahwa koper besar yang dibawa penyidik adalah koper kosong miliknya yang sebelumnya berisi pakaian bekas untuk disedekahkan. Selain itu, Norsan membenarkan bahwa penyidik juga memeriksa dan membuka brankas di rumahnya.

KPK Konfirmasi Penggeledahan, Belum Beberkan Bukti Sitaan

Secara terpisah di Jakarta, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, juga telah mengonfirmasi adanya penggeledahan di tiga kediaman tersebut. Melalui keterangan tertulis, Budi menjelaskan bahwa penggeledahan dilakukan untuk mencari petunjuk dan berkas yang dibutuhkan guna mengungkap perkara dugaan korupsi terkait proyek pembangunan jalan di wilayah Kabupaten Mempawah.

Namun, hingga berita ini diturunkan, KPK belum merilis informasi resmi mengenai barang bukti apa saja yang berhasil disita oleh penyidik dari ketiga lokasi penggeledahan tersebut. KPK berfokus pada pengungkapan perkara dugaan korupsi tanpa membeberkan barang bukti yang disita.

Fokus Penyidikan pada Proyek Peningkatan Jalan TA 2015

Penggeledahan ini memperjelas fokus KPK dalam penyidikan kasus korupsi, yang secara spesifik mengarah pada proyek peningkatan jalan yang bersumber dari anggaran tahun 2015. Hingga kini, publik masih menanti hasil akhir dari proses hukum yang dilakukan oleh lembaga antirasuah tersebut.