KabarKalimantan.id — Festival ekonomi syariah bertajuk Kaltim Halal Festival (Kala Fest) 2025 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (BI Kaltim) berhasil mencatat transaksi senilai Rp5,51 miliar. Festival yang digelar selama tiga hari di Samarinda ini menjadi ajang promosi dan penguatan ekosistem ekonomi serta keuangan syariah di wilayah Kalimantan Timur.
Kepala Perwakilan BI Kaltim, Budi Widihartanto, menyampaikan bahwa dari total transaksi tersebut, sebanyak Rp561,65 juta berasal dari hasil penjualan di 146 kios Sharia Expo, sedangkan Rp4,95 miliar merupakan hasil transaksi business matching pembiayaan UMKM oleh lembaga keuangan syariah. Pembiayaan tersebut disalurkan kepada 47 pelaku usaha syariah melalui kerja sama dengan tujuh lembaga keuangan syariah.
“Ini menunjukkan bahwa minat pelaku usaha terhadap pembiayaan syariah terus meningkat dan menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah di daerah,” ujar Budi dalam keterangan pers di Samarinda, Selasa (27/5).
Selain pencapaian transaksi ekonomi, Kala Fest 2025 juga mencatat 936 transaksi wakaf, yang hasilnya akan digunakan untuk mendukung kegiatan keagamaan. Hal ini menegaskan peran festival tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga dalam penguatan nilai-nilai spiritual masyarakat.
Festival yang melibatkan berbagai pihak ini berhasil menarik perhatian publik dengan total kunjungan mencapai 41.201 orang. Rangkaian kegiatan yang digelar mencakup tabligh akbar, seminar, talkshow, edukasi syariah, bazar halal, Sharia Expo, hingga kompetisi bertema syariah yang diikuti oleh 278 peserta.
Kala Fest merupakan bagian dari program road to Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (Fesyar KTI). Melalui kegiatan ini, Bank Indonesia berupaya memperkuat literasi, inklusi, serta pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah di masyarakat.
Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltim, Bayuadi Hardiyanto, menyatakan bahwa penyelenggaraan Kala Fest merupakan bukti nyata sinergi antara BI, pemerintah daerah, dan mitra strategis lainnya dalam mendorong penguatan ekosistem halal di Kalimantan Timur secara inklusif dan berkelanjutan.
“Bank Indonesia berkomitmen mendorong inovasi dan inklusi ekonomi syariah agar terus tumbuh dan mandiri. Ke depan, kami akan terus bersinergi dalam penguatan rantai pasok halal, peningkatan literasi masyarakat, serta pemanfaatan akses keuangan syariah,” tutur Bayuadi.
Dengan capaian ini, BI Kaltim berharap Kala Fest dapat menjadi lokomotif penggerak bagi pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif, tidak hanya di Kalimantan Timur, tetapi juga di kawasan timur Indonesia secara keseluruhan.






