Jalan Penghubung Sarawak-Sabah: Proyek SSLR2 Diresmikan, Perjalanan Antarnegara Tak Perlu Lewat Brunei

Perdana Menteri Resmikan Proyek Jalan Utama Sarawak–Sabah di Lawas

Jalan Penghubung Sarawak-Sabah: Proyek SSLR2 Diresmikan, Perjalanan Antarnegara Tak Perlu Lewat Brunei. (FOTO: JKR SARAWAK)

KabarKalimantan.id – Perdana Menteri Malaysia, Dato’ Seri Anwar Ibrahim, bersama Premier Sarawak, Datuk Patinggi Tan Sri (Dr) Abang Abdul Rahman Zohari Tun Datuk Abang Haji Openg, meresmikan peluncuran proyek strategis Sarawak–Sabah Link Road Fase 2 (SSLR2).

Proyek ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat dan membuka potensi ekonomi baru di wilayah perbatasan.

Proyek SSLR2 ini merupakan kelanjutan dari proyek SSLR Fase 1 yang sudah dimulai sejak 2021 di Lawas.

Dengan anggaran total RM7.15 miliar (sekitar Rp 24,6 triliun), proyek ini akan membangun jalan sepanjang 335 kilometer yang melewati wilayah Miri, Limbang, Lawas, dan Ba’kelalan.

Jalan Alternatif Tanpa Melewati Brunei Darussalam

Ketika selesai, SSLR2 akan menjadi solusi penting bagi masyarakat. Penduduk kini bisa melakukan perjalanan langsung antara Sarawak dan Sabah tanpa harus melewati perbatasan negara lain.

Selain memangkas rute, jalan ini juga akan menyediakan akses yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat pedalaman yang selama ini bergantung pada jalan-jalan logistik yang tidak memadai.

Proyek ini juga diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi lokal, terutama di sektor agrobisnis dan ekowisata, serta memperkuat konektivitas sosial dan persatuan nasional.

Komitmen Pemerintah Pusat dan Daerah untuk Kesejahteraan Rakyat

Dalam pidatonya, PM Anwar Ibrahim mengapresiasi kerja sama erat dengan Pemerintah Sarawak. Ia menyatakan pentingnya proyek ini untuk mengatasi kesulitan akses di wilayah perbukitan menuju Limbang.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah, ia juga mengumumkan rencana pembangunan klinik baru di Mendamit tahun depan.

Premier Sarawak, Abang Johari, dalam pidatonya menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus bekerja sama dengan pemerintah pusat dalam membangun Malaysia yang makmur.

Ia menekankan fokus Sarawak untuk melengkapi jaringan jalan di wilayah utara, termasuk membangun “missing link” dalam jaringan SSLR2. Menurutnya, pembangunan infrastruktur ini akan memperkuat konektivitas regional antara Brunei, Sabah, dan Sarawak, serta membuka lebih banyak peluang ekonomi.