KabarKalimantan.id — Rektor UNIBA, Dr Isradi Zainal memaparkan secara rinci soal target pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) secara bertahap mulai tahun 2022 hingga tahun 2045. Pengawal dan Pemerhati IKN ini mengatakan jika IKN dibangun konsep yang jelas dan terukur dan punya target dan tahapan.
Hal ini disampaikan mantan Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kaltim ini karena masih banyaknya warga yang pesimis akan progres pembangunan IKN ini bakal mangkrak.
“Sudah banyak yang panik soal pembangunan IKN ini bakal mangkrak, saya katakan tidak karena ini secara bertahap pembangunannya, mulai dari tahapan pertama itu 2022 hingga 2024, daan itu nanti dibuktikan setelah HUT RI ke-79 di IKN, kemudian tahapan 2025 hingga 2029, kemudiaan 2030 hingga 2034, tahapan berikutnya lagi 2035 hingga 2039 hingga tahapan akhir penyelesaian 2040 hingga 2045,” ungkapnya saat talkshow di kanal youtube KabarMakassarTV beberapa waktu lalu.
Isradi menambahkan rician tahapan itu pertama, 2022 hingga 2024 di IKN itu pembangunan infrastruktur mulai dari Istana Kepresidenan, Gedung DPR/MRI RI, perumahan hingga pemindahan ASN tahap pertama dan disitu juga ditandai dengan pelaksanaan HUT RI ke-79.

Lanjut Isradi yang juga tim ahli tim transisi IKN di tahun 2022 dan sejak 2023 menjadi tim konsultan untuk sejumlah proyek di IKN ini mengatakan, jika di tahapan kedua pada tahun 2025 hingga ke tahun 2029 nantinya akan ada pusat inovasi dan ekonomi dan menuntaskan pemindahan pemerintahan pusat ke IKN. erlanjut di tahapan tahun 2030 hingga 2034 dibangun ekosistem tiga kota menjadi destinasi FDI nomor 1, (Nusantara, Samarinda, dan Balikpapan) untuk menjadi destinasi Foreign Direct Investment (FDI) untuk sektor-sektor ekonomi prioritas di Indonesia.
Kemudian di tahun 2035 hingga tahun 2039 nantinya IKN dapat penjadi 5 besar destinasi investasi utama di Asia Tenggara dengan mendorong jaringan utilitas yang berkelanjutan, implementasi enablers ekonomi sirkuler, dan juga mengembangkan pusat inovasi dan talenta.
Hingga tahap akhir tahun 2040 hingga tahun 2045 IKN diharapkan dapat menumbuhkan reputasi sebagai “Kota Dunia untuk Semua” dengan memanfaatkan 100 persen energi terbarukan dan mencapai net zero-carbon emission dengan jumlah penduduk di Kota Nusantara dapat lebih dari 1 juta jiwa.
Lampiran UU progres terkait pembangunan infrastruktur di IKN itu memiliki target hingga 2045 penyelesaiannya. Visi dan Misi kata Isradi apa yang akan dibangun tertulis didalamnya hingga tahun 2045.
“Saya bahkan hampir seminggu tiga kali kesana, nah progres pembangunannya sampai saat ini sudah mulai rampung, bahkan kalau soal anggaran ini kan uangnya dari APBN dan Kementerian PUPR yang menyiapkan Rp72,1 trilliun. Dimana tahun 2022 itu anggarannya digunakan Rp5,5 Triliun, kemudian tahun 2023 itu Rp27 Triliun, berlanjut di tahun 2024 disiapkan anggarannya Rp39,6 Triliun,” ungkap Isradi.
Disinggung soal apa untungnya pembangunan IKN untuk daerah tetangga lainnya seperti di Sulawesi, Jawa, Papua, Maluku, Nusa Tenggara hingga Sumatera.
Isradi menuturkan jika pembangunan infrastruktur melibatkan 10 ribu pekerja dari berbagai daerah di Indonesia, ada dari Jawa, Sulawesi, dan Sumatera.
Ia mencontohkan jika bahan baku infrastruktur seperti baja itu dari Jawa, bahkan bebatuan atau (cipping) itu disupay dari Gorontalo, Sulteg, Sulbar dan Donggala (Sultra). Suplay makanan itu dari Sulawesi Selatan.
“Saya jelaskan itu, ada visinya IKN untuk semua, tujuan ekonomi untuk masa depan, tetapi sekarang sudah naik pertumbuhan ekonominya. Ini untuk pemerataan di Indonesia”, kata Isradi.
Saat closing statement di Youtube KabarMakassarTV menyampaikan, sehebat apapun konsep IKN kalau tidak bersinergi untuk mengembangkannya, maka tidak akan sukses.
“Faktanya sudah memberikan manfaat untuk semua, sudah menjawab tantangan pemerataan ekonomi dan penduduk, sudah menjawab tantangan mengurangi beban Jakarta (pusat), sudah selesai secara Undng-Undang, uangnya juga sudah siap dan mari bergandengan tangan,” pungkasnya.
Isradi mengistilahkan jika Gotong Royong Menuntaskan IKN. Ia juga berpesan dan berharap kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk menuntaskan IKN di masa periodenya 2025 hingga 2029.
“Isya Allah, IKN itu merupakan jawaban atas visi bangsa kedepan, Menuju Indonesia Emas,” tutup Isradi.












