Kalbar  

Gagal Cuan dari FB Pro, Emak-emak Sambas Diamankan Polisi Usai Konten Candaan Bacaan Agama Viral

Pelaku: Salah Posting Video Behind The Scene

Gagal Cuan dari FB Pro, Emak-emak Sambas Diamankan Polisi Usai Konten Candaan Bacaan Agama Viral. (FOTO: HUMAS POLRES)

KabarKalimantan.id – Mungkin pengen mencari keuntungan melalui konten di Facebook Pro (FB Pro) justru berujung pada masalah hukum. Empat perempuan dewasa, yang dikenal sebagai emak-emak kreator konten, diamankan Polres Sambas terkait video viral yang diduga merendahkan kesucian bacaan keagamaan.

Video yang menampilkan bacaan Ta’awudz dijadikan candaan tersebut telah memicu reaksi keras dari publik dan menuai kritik luas di media sosial.

Polisi Amankan Pelaku, MUI Dukung Penanganan Kasus

Kapolres Sambas, AKBP Wahyu Jati Wibowo, menyatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah serius dengan mengamankan pihak-pihak yang terlibat dalam video tersebut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penanganan kasus ini dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku1.

“Kami telah mengamankan pihak yang berkaitan dengan video tersebut untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kondusifitas dan mempercayakan kepada Polres Sambas untuk melakukan penanganan secara profesional,” ujar Kapolres, Rabu (22 Oktober 2025).

Kasus ini juga mendapat perhatian dan pengawasan penuh dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sambas.

Candaan Ta’awudz Mencederai Umat Islam

Ketua MUI Kabupaten Sambas, Sumar’in, menyatakan penyesalannya atas tindakan yang merendahkan nilai-nilai keagamaan. Menurutnya, perbuatan yang dipicu oleh aktivitas konten kreator ini telah mencederai perasaan umat Islam.

“Kasus ini telah mencederai umat Islam. Kami berharap kasus ini diproses dengan bijak dan seadil-adilnya,” kata Sumar’in.

MUI Sambas juga mengimbau masyarakat agar bersikap bijak dalam menggunakan media sosial, menahan diri, dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat yang berwenang.

Klarifikasi Pelaku: Salah Posting Video Behind The Scene

Video yang memicu kontroversi tersebut menunjukkan kalimat suci yang seharusnya dibaca dengan khusyuk justru ditirukan dengan gaya bercanda yang diposting Akun Mar*** Qi**.

Dalam video klarfikasinya, Mar*** menjelaskan bahwa video yang terlanjur diposting adalah rekaman proses di balik layar (behind the scene) pembuatan konten.

Menurut pengakuannya, video tersebut merupakan hasil yang salah (error) dan belum diedit, sehingga memunculkan persepsi publik bahwa ada unsur mengolok-olok agama.

“Jujur di situ tidak ada niatan hati mau mengolok-olok agama, namun jika ada kawan-kawan yang merasa bahwa kami mengolok-olok agama, kami meminta maaf yang sebesar-besarnya,” ujar Marina dalam video klarifikasinya yang diposting pada 21 Oktober 2021.

Saat ini, empat perempuan yang terlibat dalam proses perekaman video tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak kepolisian.