Disnakertrans Kaltim Gelar Rakor Ketenagakerjaan 2025: Fokus pada SDM Berdaya Saing dan Dukungan ke IKN

Rakor Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kaltim 2025: Sinergi Menuju Generasi Emas

KabarKalimantan.id — Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Timur menyelenggarakan Rapat Koordinasi Urusan Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian Tahun 2025 di Auditorium Aji Tulur Jejangkat, Kutai Barat, Rabu (18/6/2025). Kegiatan ini mengusung tema “Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Kalimantan Timur yang Berdaya Saing untuk Mendukung Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas.”

Tema tersebut sejalan dengan arahan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur bahwa tahun 2025 merupakan momentum strategis menuju Generasi Emas. Rakor ini menjadi wadah penting untuk menyelaraskan kebijakan lintas daerah guna menghadapi tantangan sektor ketenagakerjaan dan transmigrasi, termasuk isu transformasi ekonomi hijau dan pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kepala Disnakertrans Kaltim, Rozani Erawadi, melaporkan bahwa jumlah penduduk yang bekerja di Kaltim per Agustus 2024 mencapai 1.976.447 orang, meningkat sebanyak 129.152 orang dibandingkan Agustus 2023. Ia juga mencatat penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 5,14 persen atau sebanyak 107.022 orang, turun 0,17 persen dari tahun sebelumnya.

Sektor perdagangan, pertanian, dan pertambangan menjadi penyumbang utama peningkatan penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan status pekerjaan utama, mayoritas penduduk yang bekerja di Kaltim adalah buruh/karyawan/pegawai (53,86 persen), sementara yang paling rendah adalah pekerja bebas di sektor pertanian (0,97 persen).

“Tercapainya target kinerja perluasan kesempatan kerja, pengurangan pengangguran, pengentasan penduduk miskin, dan pengurangan kesenjangan pembangunan wilayah menjadi bagian dari RPJMD Kalimantan Timur Tahun 2025-2029,” ujar Rozani.

Rakor dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Adriani. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk memperkuat kebijakan ketenagakerjaan dan transmigrasi.

Pada hari kedua, rakor menghadirkan narasumber dari kementerian dan lembaga pusat. Di antaranya:

  • Mohammad Mustafa Sarinanto, Kepala Pusat Perencanaan Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan.
  • Lisadarti, Koordinator Pembinaan Hubungan Kerja Direktorat Hubungan Kerja dan Pengupahan Kemnaker.
  • Conrita Ermanto, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, yang menyampaikan kesiapan tenaga kerja lokal dalam mendukung operasionalisasi IKN.
  • Elly Uswatun Kasanah, Statistisi Ahli Madya BPS Kaltim, yang memaparkan proyeksi ketenagakerjaan sebagai dasar penyusunan Rencana Tenaga Kerja Daerah (RTKD) berbasis data.

Rakor ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan dan rencana aksi yang konkret dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja Kalimantan Timur menuju Indonesia Emas 2045.