KabarKalimantan.id — Momen Idul Adha tahun ini menjadi kesempatan untuk mengambil langkah-langkah positif dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga. Dengan memahami keseimbangan antara tradisi dan kesehatan, kita dapat merayakan Idul Adha dengan penuh kebahagiaan dan perhatian terhadap kesejahteraan jangka panjang kita.
Hewan kurban sapi menjadi bahan konsumsi di momen Idul Adha ini, dimana wilayah sekitar rumah saat ini sangat khas dengan pembagian daging kurban baik itu daging sapi maupun daging kambing.
Daging adalah salah satu asupan yang sebaiknya dihindari penderita hipertensi alias tekanan darah tinggi. Pasalnya, mengonsumsi daging dapat menyebabkan tekanan darah melonjak.
Lonjakan tekanan darah terjadi karena lemak jenuh di dalam daging menyebabkan pembuluh darah menyempit dan mengeras. Konsumsi lemak jenuh juga bisa meningkatkan berat badan yang memperbesar risiko hipertensi.
Contoh daging dengan kandungan lemak jenuh yang bisa memicu naiknya tekanan darah, yaitu daging sapi, domba, dan unggas. Lalu, bolehkah penderita darah tinggi makan daging sapi dan jenis daging lainnya?
Jika kamu mengidap hipertensi, kamu tetap boleh kok mengonsumsi daging. Asalkan, jumlah daging yang dikonsumsi tetap dibatasi. Nah, agar konsumsi daging untuk hipertensi tidak memicu kambuhnya penyakit, kamu juga perlu memerhatikan sejumlah hal di bawah ini:
1. Hindari Bagian yang Mengandung Lemak
American Heart Association menyarankan pengidap tekanan darah tinggi untuk membatasi asupan lemak jenuh karena bisa meningkatkan kadar kolesterol total dalam darah. Peningkatan kolesterol bisa membuat pembuluh darah menyempit dan mengeras sehingga memicu hipertensi.
Seperti telah disampaikan, salah satu sumber lemak jenuh adalah daging sapi, domba, dan babi. Lemak jenuh terutama terdapat dalam bagian lemak jenis daging merah tersebut.
Bagi kamu penderita darah tinggi yang ingin makan daging sapi ataupun daging merah lainnya, sebaiknya singkirkan terlebih dahulu bagian lemaknya.
Jadi, bagian yang dikonsumsi hanya daging atau otot saja. Dengan mengonsumsi daging tanpa lemak, tubuh kamu tidak memperoleh asupan kolesterol dalam jumlah berlebih sehingga tekanan darah tidak melonjak tinggi.
Potongan daging tanpa lemak sendiri mengandung sejumlah nutrisi, seperti protein, zat besi, vitamin B, dan zinc.
2. Pilih Jenis Daging Putih
Dietary approaches to stop hypertension (DASH) adalah pola diet yang dirancang untuk membantu mencegah maupun mengobati tekanan darah tinggi. Makanan yang dikonsumsi dalam DASH mencakup asupan kaya kalium, kalsium, dan magnesium.
Selain itu, diet ini juga mewajibkan kamu memenuhi kebutuhan daging enam porsi dalam sehari. Asupan daging yang direkomendasikan dalam DASH, yaitu daging putih yang bersumber dari ikan serta unggas, seperti ayam dan kalkun.
Meski begitu, daging unggas yang dipilih sebaiknya tanpa kulit. Soalnya, kulit unggas adalah sumber lemak jenuh yang bisa memicu tekanan darah tinggi.
Adapun jenis ikan yang bisa dipilih, misalnya salmon. Asam lemak omega-3 dalam salmon dapat menurunkan risiko penyakit pembuluh darah pemicu hipertensi.
3. Panggang, Kukus, atau Rebus
Penderita hipertensi sebaiknya mengonsumsi daging yang diolah dengan cara dipanggang, dikukus, atau direbus. Hindari makanan yang digoreng dan diolah menggunakan bahan berlemak, seperti minyak atau santan.
Jika kamu memilih memanggang daging, pastikan daging tidak berada pada tingkat kematangan maksimal. Menurut Gang Liu, peneliti dari Harvard University, Amerika Serikat, mengonsumsi daging panggang yang sangat matang (well done) dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi sebesar 15 persen.
4. Jangan Tambahkan Bumbu Tinggi Garam
Risiko meningkatnya tekanan darah kian besar ketika kamu mengonsumsi daging yang diolah menggunakan banyak garam ataupun saus siap pakai. Soalnya, garam dan saus mengandung banyak natrium yang bisa memicu hipertensi.
Karenanya, kamu harus membatasi jumlah natrium dalam makanan. Sebagai gantinya, gunakan rempah-rempah atau perasan jeruk lemon untuk membumbui daging. Jangan gunakan bumbu dapur tinggi natrium, seperti garam, saus siap pakai, atau kecap asin.
5. Jaga Porsi Ideal
Meski diolah dan disajikan dengan cara yang tepat, penderita hipertensi tetap harus membatasi asupan daging yang dikonsumsi. Kamu dianjurkan untuk tidak terlalu sering mengonsumsi jenis makanan satu ini.
Selain itu, makanlah daging dalam porsi ideal. Idealnya, daging untuk hipertensi yang dikonsumsi tanpa lemak, harus seukuran telapak tangan, dan tidak lebih tebal dari setumpuk kartu.
Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh para ahli kesehatan telah mengungkapkan bahwa konsumsi daging yang tinggi dapat meningkatkan risiko terkena penyakit hipertensi, atau tekanan darah tinggi. Temuan ini menjadi sorotan karena prevalensi hipertensi di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Dikutip dari Kantor Berita ANTARA, Guru Besar Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Ali Khomsan mengatakan saat merayakan hari raya Idul Adha disarankan makan daging dalam jumlah wajar atau sekitar 60-70 gram daging sekali makan untuk menghindari hipertensi.
“Pada Hari Raya Idul Adha, sebanyak-banyaknya makan daging mungkin tetap saja ukurannya tiga porsi makan sehari, umumnya sekali makan kita mengonsumsi 60-70 gram daging,” kata Prof. Ali saat dihubungi ANTARA.
Hipertensi merupakan faktor risiko utama untuk penyakit jantung dan stroke, yang merupakan penyebab utama kematian di Indonesia. Dalam konteks ini, peningkatan kesadaran akan dampak negatif dari pola makan tinggi daging menjadi krusial.
Meskipun konsumsi daging tetap merupakan bagian dari banyak budaya makan di Indonesia, pendidikan mengenai pengurangan asupan daging dapat membantu menurunkan prevalensi hipertensi di masyarakat.
Langkah-langkah preventif seperti mengadopsi pola makan sehat dan olahraga teratur tetap menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan penyakit ini.
Para ahli kesehatan menekankan pentingnya pemahaman akan dampak negatif dari konsumsi daging berlebihan terhadap kesehatan jantung dan tekanan darah, serta perlunya promosi gaya hidup sehat untuk mengurangi risiko penyakit yang dapat dicegah ini.
Ali merekomendasikan saat mengonsumsi daging baik sapi atau kambing, kombinasikan dengan sayuran hijau sebagai pendamping yang baik.
Sayuran hijau atau yang berdaun hijau biasanya memiliki kandungan vitamin C yang tinggi sebagai antioksidan. Selain itu, memasak daging menggunakan rempah seperti cabai atau keluak bisa mengurangi dampak buruk lemak daging karena mengandung antioksidan.











