KabarKalimantan–Kompetisi penyelamatan berskala regional, The 4th Kalimantan Fire & Rescue Challenge (KFRC) resmi digelar di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mulai 27 Juli hingga 1 Agustus 2025. Ajang ini menjadi panggung bagi para tim tanggap darurat perusahaan tambang untuk menguji kemampuan dalam menghadapi berbagai situasi penyelamatan ekstrem.
Kegiatan KFRC diselenggarakan oleh Perkumpulan Profesi Tanggap Darurat Pertambangan Kalimantan (PPTDPK) dan Forum Kepala Teknik Tambang Kalimantan Selatan, dengan dukungan dari Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Dinas ESDM Kalsel, PERTAPINDO, serta forum teknis pertambangan dari Kalimantan Timur dan Tengah.
Ketua PPTDPK, Dany Irawan, menjelaskan bahwa KFRC ke-4 ini tidak sekadar kompetisi, melainkan ajang berbagi pengetahuan serta peningkatan keterampilan tim rescue. Selain itu, perusahaan juga dapat menunjukkan komitmen dalam kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat di lingkungan kerja masing-masing.
“Kami juga menggelar uji kompetensi sertifikasi tanggap darurat secara gratis bagi dua personel di tiap tim, melalui LSP Tanggap Darurat PERTAPINDO. Ini menjadi langkah awal pembinaan berkala yang akan berlanjut secara reguler dan berjenjang,” terang Dany.
Skenario Penyelamatan Realistis dan Menantang
Ajang ini diikuti 14 tim dari perusahaan tambang di Kalimantan dan Sulawesi, seperti PT Maruwai Coal, PT Borneo Indobara, PT Indo Muro Kencana, hingga PT Hengjaya Mineralindo dari Morowali. Rangkaian kegiatan dibuka dengan registrasi dan briefing pada Ahad (27/7), dilanjutkan dengan berbagai tantangan setiap hari:
Senin (28/7): Challenge #01 – Trench Rescue, penyelamatan korban di galian/parit.
Selasa (29/7): Challenge #02 – Flood Water Scenario dan Challenge #03 – Fire Fighting Scenario, simulasi evakuasi banjir dan pemadaman api kendaraan.
Rabu (30/7): Challenge #04 – Rope Rescue, evakuasi dari ketinggian atau jurang.
Kamis (31/7): Challenge #05 – Theory Assessment dan Challenge #06 – Firefighter Fitness Drill, menguji pemahaman teori serta ketahanan fisik peserta.
Kegiatan ini akan ditutup dengan upacara penutupan dan pengumuman pemenang, sebelum seluruh peserta kembali ke daerah masing-masing pada Jumat (1/8).
Ketua Harian PERTAPINDO, Suhernomo, menyampaikan apresiasi terhadap semangat peserta. Ia berharap kegiatan ini membentuk tim rescuer yang tangguh, terlatih, dan siap menghadapi situasi darurat nyata di lingkungan kerja maupun saat bencana.
“Semoga semangat ini terus hidup, dan Pertapindo semakin dikenal sebagai asosiasi yang hadir di tengah masyarakat dalam urusan tanggap darurat,” pungkasnya.












