KabarKalimantan.id — Presiden RI Joko Widodo memberikan tugas baru kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dr. Ir. H. Mochamad Basuki Hadimoeljono, M.Sc., Ph.D. Ia menggantikan Bambang Susantono yang mundur dari jabatannya sebagai Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara pada 3 Juni 2024.
Sosok Basuki Hadimuljono dinilai Presiden Jokowi mampu menyelesaikan beberapa tugas-tugas yang ditinggalkan Bambang Susantono di IKN, untuk itu pria kelahiran Surakarta pada 5 November 1954 ini ditunjuk langsung oleh orang nomor 1 di negeri ini.
Basuki adalah salah satu tokoh utama dalam dunia teknik sipil dan pemerintahan di Indonesia. Ia meniti karier yang mengesankan dengan dedikasi tinggi dalam memajukan sektor infrastruktur negara.

Akrab disapa Pak Bas, sosok unik diantara menteri-menteri lainnya, terkadang nyentrik dengan topi di belakang dan mengalungi kamera DSLR dengan style apa adanya.
Basuki merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, dan ayahnya seorang tentara Angkatan Darat, sehingga membuat tempat tinggalnya sering berpindah-pindah mengikuti tugas sang ayah.

AWAL KARIR
Lulusan Fakultas Teknik UGM, usai berkuliah sarjana teknik langsung mendapatkan pekerjaan di Kementerian Pekerjaan Umum sebagai PNS. Setelah beberapa tahun, ia memperoleh beasiswa dari kementerian untuk melanjutkan studinya, dan memperoleh gelar magister dan doktor di luar negeri dari Universitas Negeri Colorado di usia 35 tahun saat itu.
Usai melanjukan studinya Basuki muda kembali ke Indonesia dan melanjutkan pekerjaannya di kementerian, bahkan ia pun menerima penghargaan sebagai pegawai teladan kementerian tahun 1995.
Setelah itu karirnya naik, ia dipromosikan menjadi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian antara tahun 2005 dan 2007. Setelah itu, ia menjadi Inspektur Jenderal Kementerian hingga 2013. Jabatan terakhir yang dijabatnya sebelum diangkat menjadi menteri pada Oktober 2014 adalah Dirjen Perencanaan Tata Ruang.

Selama berada di kementerian, ia telah berpartisipasi dalam beberapa kelompok kerja tingkat nasional termasuk yang terkait dengan rehabilitasi pasca gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004 di Aceh, penanganan banjir lumpur panas Sidoarjo (2006–2007), perbaikan Jalan Tol Purbaleunyi dan pengelolaan kelangkaan pangan di Kabupaten Yahukimo (keduanya tahun 2006).
Pada Mei 2012, Basuki juga diangkat sebagai komisaris utama di Wijaya Karya, sebuah perusahaan konstruksi milik negara. Ia juga menjabat sebagai Wakil Presiden Komisi Internasional untuk Irigasi dan Drainase untuk masa jabatan 2013–2016.
JADI MENTERI DI ERA JOKOWI
Joko Widodo terpilih menjadi Presiden RI bersama Jusuf Kalla, 26 Oktober 2024 Basuki diangkat jadi sebagai Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Disaat itu pula Kementerian tersebut dibentuk dari penggabungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perumahan Rakyat, yang sebelumnya dipimpin oleh Djoko Kirmanto dan Djan Faridz.
Basuki saat diangkat jadi menteri, ia memutuskan untuk mundur dari pekerjaannya di perusahaan Wijaya Karya (WIKA). Basuki Hadimoeljono adalah salah satu dari lima alumni Universitas Gadjah Mada di jajaran kabinet (tidak termasuk Jokowi sendiri).

Pada tahun pertama kepemimpinannya, kementerian menerima peningkatan dana sebesar Rp33 triliun antara rancangan dan RAPBN, menerima peningkatan terbesar dibandingkan kementerian lain. Meskipun hanya menggunakan sekitar 8% dari anggaran tahunan Rp118 triliun dalam lima bulan pertama, pada akhir tahun jumlahnya meningkat menjadi 94,5%. Kementerian menerima dana paling banyak dibandingkan kementerian lain pada tahun 2016, sedangkan pada anggaran 2017 dan 2018 kementerian berada di urutan kedua di belakang Kementerian Pertahanan. Anggaran kementerian untuk tahun anggaran 2018 ditetapkan sebesar Rp107,3 triliun.
Bukan hanya di era Jokowi, di era Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Basuki juga dipercaya untuk menjadi bagian dari berbagai tim penanggulangan masalah, seperti lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, rehabilitasi pasca-tsunami Aceh, kerawanan pangan di Yahukimo – Papua, dan perbaikan jalan tol Purbaleunyi di Bandung, Jawa Barat.
Pak Bas pernah mengatakan jika dirinya gila kerja dan ia menulis status di akun medsos Instagramnya “kerja saya Rock N Roll.
“Kerja saya rock and roll, susah libur, kalau soal libur buat Kabinet ini cukup barang mewah. Tapi kalau libur, saya malah bingung. Sesaat ada kesempatan Saya main drum yang jadi kesukaann saya,” tulisnya di akun instagram Pak Bas @basuki_hadimuljono.
Sosok pekerja keras ini menjadi perhatian Presiden RI yang dinilai mumpuni untuk menyelesaikan semua infrastruktur pembangunan di Indonesia. Alhasil ia pun mendapatkan tugas baru sebagai Kepala Otorita IKN bersama Wakilnya Raja Juli Antoni.
Berikut Profil Lengkap Basuki Hadimoeljono
Nama: Dr. Ir. H. Mochamad Basuki Hadimoeljono, M.Sc., Ph.D.
Jabatan: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Tempat/Tahun Lahir : Surakarta/5 November 1954.
Pendidikan Formal
• Teknik Geologi, Universitas Gajah Mada, 1979
• Master of Science, Civil Engineering Colorado State University, USA, 1989
• Doctor of Philosophy, Civil Engineering, Colorado State University, USA, 1992.
Riwayat Jabatan
• Proyek Pengembangan Air Tanah Jawa Tengah (1981-1984)
• Proyek Pengembangan Air Tanah Nusa Tenggara Timur (1985-1993)
• Pimpro Induk Pengelolaan Wilayah Sungai (PWS) Ciliwung Cisadane (2000-2001)
• Direktur Wilayah Tengah, Ditjen Sumber Daya Air (2001-2002)
• Kepala Biro Perencanaan & Kerjasama Luar Negeri, Sekretariat Jenderal (2002-2003)
• Direktur Jenderal Sumber Daya Air (2003-2005)
• Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (2005-2007)
• Inspektur Jenderal (2007-2013)
• Direktur Jenderal Penataan Ruang (2013-2014)
• Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (2014-Sekarang).
Tugas Khusus Nasional
• Deputi Operasi Pengembangan Lahan Gambut (PLG ) 1 Juta hektar di Kalimantan Tengah (1997 – 1998)
• Ketua Kelompok Kerja SDA Rehabilitasi Pasca Tsunami Aceh (2004 – 2005)
• Ketua Tim Independen Penanggulangan Kerusakan Jalan Tol Purbaleunyi (2006)
• Anggota Tim Nasional Penanggulangan Kerawanan Pangan Yahukimo – Papua (2006)
• Ketua Tim Nasional Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (2006 – 2007)
• Penanggung Jawab Infrastruktur Asian Games 2018 (2015 – 2018).
Keanggotaan Organisasi Profesi
• Anggota Dewan Pakar Persatuan Insinyur Indonesia (PII) (2005 – Sekarang)
• Anggota Dewan Pakar Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) (2008 – Sekarang)
• Ketua BSA Himpunan Ahli Teknik Hidrolik (HATHI)
• Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan Commision on Irrigation and Drainase – Indonesia (2007 – Sekarang)
• Presiden Network for Asia River Basin Organization (NARBO) (2003-2005,2005-2007)
• Senior Advisor Network for Asia River Basin Organization (NARBO) (2007-sekarang)
• Ketua Umum Keluarga Alumni Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (KATGAMA) (2005 – 2007)
• Vice President International Commission on Irrigation and Drainage (ICID) (2013 – 2015)
• Ketua Umum Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (PERGATSI) (2015 – Sekarang)
• Ketua Umum Persatuan Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) (2017 – Sekarang).
Tanda Penghargaan
• Piagam Penghargaan Pegawai Teladan Departemen Pekerjaan Umum (1995)
• Penghargaan Dharma Widya Argya Dalam Menyumbangkan Ilmu Pengetahuan Untuk Kemanusiaan di Bidang Kebencanaan (2015)
• Penghargaan The Asean Federation of Engineering Organization (AFEO) (2016)
• International Lifetime Contribution Award dari Japan Society of Civil Engineering (JSCE) (2017)
• Perekayasa Utama Kehormatan (PUK) Bidang Infrastruktur dari Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) (2017)
• Ganesha Praja Manggala Bakti Adiutama dari Institut Teknologi Bandung (ITB) (2017)
• Penghargaan Tokoh Perubahan dari Republika (2018)
• Bintang Bhayangkara Utama dari Kepolisian Republik Indonesia (2018)
• Anugrah Herman Johannes Award dari Universitas Gadjah Mada (2018).
Prestasi Inovasi Teknologi/Kerekayasaan Bidang Sumber Daya Air (Pengelolaan Sumber Daya Air)
• 9 Bendungan diselesaikan (Payaseunara, Nipah, Bajulmati, Jatigede, Titab, Rajui, Teritip, Raknamo dan Tanju)
• 49 Bendungan kini sedang dikerjakan secara paralel
• 860.015 ha Jaringan irigasi baru dibangun
• Lebih dari 1.000.000 ha rehabilitasi jaringan irigasi
Prestasi Inovasi Teknologi/Kerekayasaan Bidang Konektivitas (Jalan dan Jembatan)
• Pengoperasian 132,2 km tol baru pada tahun 2015; 44 km tol baru pada tahun 2016; 156,6 km tol baru pada tahun 2017; dan 110,3 km tol baru hingga Agustus 2018 (antara lain Akses Tanjung Priuk, Soreang – Pasir Koja, Pejagan – Pemalang, Kertosono – Mojokerto, Mojokerto – Surabaya)
• Penyelesaian Jembatan Bentang Panjang (Jembatan Merah Putih, Jembatan Pak Kasih Tayan, Jembatan Petuk, dan Jembatan Sigandul), Penyelesaian 4 flyover di Brebes mendukung Jalur Lebaran 2017 dan penyelesaian flyover Antapani dengan teknologi Corrugated Mortar Busa Pusjatan (CMP)
• Pembangunan 14 buah jembatan gantung.
Prestasi Inovasi Teknologi/Kerekayasaan Bidang Perumahan & Permukiman (Peningkatan Kualitas Perumahan Dan Infrastruktur Kawasan Permukiman)
• Pembangunan SPAM Regional Umbulan (dimulai 2017)
• Renovasi dan pembangunan 33 venue di DKI Jakarta, Sumatera Selatan dan Jawa Barat
• Pembangunan 44.893 unit Rusun di seluruh Indonesia
• Pembangunan Perpustakaan Apung di Tambak Lorok Semarang, Jateng
• Pemanfaatan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) pada pembangunan sekolah di Aceh dan rumah di Lombok
• Pembangunan 473.165 unit Rumah Swadaya
• Pembangunan 22.358 unit Rumah Khusus.














