Kabarkalimantan.id — Penjabat Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Akmal Malik, meluncurkan program gerakan “Satu Siswa, Satu Pohon” dalam upaya penyelamatan lahan kritis yang ada di daerah itu. Program ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan lahan kritis yang semakin meluas dan pentingnya penghijauan dalam rangka menjaga kelestarian alam dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Kalimantan Timur. “Masalah kita saat ini adalah lahan kritis. Belum lagi lahan tidurnya. Itu semua banyak di wilayah kita,” ujar Akmal Malik di Samarinda, Minggu, saat meluncurkan gerakan ini. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa penghijauan menjadi langkah penting untuk mengurangi kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh deforestasi dan konversi lahan.
Kegiatan menanam pohon tersebut dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 6, Jalan Batu Cermin Sempaja, Samarinda, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) tahun 2024. Acara ini dilakukan secara serentak melalui streaming di seluruh kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini berkolaborasi dengan Dinas Kehutanan Kalimantan Timur bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur. Tema yang diusung dalam gerakan penghijauan ini adalah “Siswa Siswi Pahlawanku, Selamatkan Masa Depan Bumi Kita”. Sebagai bagian dari gerakan ini, sedikitnya 123.493 bibit pohon ditanam di lingkungan sekolah-sekolah (SMA/SMK) di seluruh Kalimantan Timur.
Akmal Malik mengapresiasi gerakan menanam pohon ini sebagai hasil kerja kolaborasi lintas instansi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan kritis di Benua Etam. “Perlu ada langkah-langkah nyata penyelamatan alam dengan melakukan penghijauan yang melibatkan seluruh pihak dan mengoptimalkan sumber daya yang ada,” kata Akmal Malik. Ia menambahkan bahwa selain penanaman, merawat pohon yang telah ditanam juga menjadi tugas penting untuk memastikan keberhasilan penghijauan.
Menurut Akmal, gerakan menanam pohon yang dilakukan setiap tahun ini sangat baik dan harus terus berlanjut dengan tekad untuk merawat dan menumbuhkan pohon yang telah ditanam. “Kita menanam hari ini tidak sekadar menanam. Tetapi kita harus bisa merawatnya agar tanamannya tumbuh baik dan memberi manfaat,” pesan Akmal. Gerakan ini tidak hanya sekedar kegiatan simbolis, namun merupakan langkah nyata untuk memperbaiki kualitas lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian alam.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur, Irhamsyah, menyebutkan bahwa gerakan menanam pohon serentak kali ini dilakukan di 100 sekolah yang terdiri dari 59 SMK dan 41 SMA yang tersebar di 6 cabang dinas pendidikan se-Kalimantan Timur. “Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya siswa siswi SMA dan SMK, akan pentingnya penghijauan dan pelestarian alam,” jelas Irhamsyah. Selain itu, gerakan ini diharapkan dapat mengurangi dampak perubahan iklim dan polusi udara yang semakin menjadi masalah global.
Gerakan penghijauan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan hidup terutama di sekitar lingkungan sekolah. Irhamsyah menambahkan, bahwa kegiatan ini juga memiliki tujuan untuk menumbuhkan semangat gotong royong dalam menjaga dan melestarikan alam, serta meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan di sekitar sekolah mereka. “Dengan menanam pohon, kita juga mengajarkan siswa untuk peduli terhadap alam dan keberlanjutan sumber daya alam di sekitar mereka,” tambahnya.
Bibit pohon yang didistribusikan oleh Dinas Kehutanan Kalimantan Timur untuk sekolah-sekolah tersebut terdiri dari berbagai jenis tanaman endemik yang diharapkan dapat tumbuh dengan baik di daerah tersebut. Jenis tanaman tersebut antara lain ulin, meranti, kapur, bengkirai, dan matoa, serta tanaman buah seperti sukun kuning, durian, alpukat, kelengkeng, mangga, pete, jengkol, dan rambutan. Dengan penanaman berbagai jenis pohon ini, diharapkan dapat mendukung upaya penghijauan serta menjaga kelestarian flora di Kalimantan Timur.
Peluncuran kegiatan menanam pohon ini ditandai dengan penyerahan 100 bibit pohon simbolis kepada SMK Negeri 6 Samarinda. Selain itu, juga dilakukan penyerahan bantuan dua unit bus sekolah untuk SMA Negeri 2 Sebulu dan SMA Negeri 3 Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, sebagai bagian dari dukungan terhadap pendidikan di daerah tersebut. Pada kesempatan itu, Pj Gubernur Akmal Malik didampingi oleh Kepala SMK Negeri 6 Samarinda, Didik Agung Widiantoro, meninjau laboratorium alam geologi pertambangan dan laboratorium pengolahan minyak Atsiri yang dimiliki oleh SMK Negeri 6 Samarinda. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap, melalui kegiatan seperti ini, dapat menciptakan generasi muda yang peduli terhadap lingkungan dan berkontribusi pada pelestarian alam di masa depan.












