KabarKalimantan.id – Kabupaten Sambas kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Berdasarkan rilis terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalbar tahun 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sambas mencapai angka 72,08. Capaian ini menempatkan Sambas sebagai kabupaten dengan IPM tertinggi di seluruh Kalimantan Barat.
Kenaikan ini terbilang impresif, yakni sebesar 0,88 poin atau 1,24 persen, dari angka 71,20 di tahun 2024 menjadi 72,08 di tahun 2025. Dengan nilai ini, IPM Sambas kini secara resmi berada dalam Kategori Tinggi.
Ini merupakan kali ketiga berturut-turut Sambas mempertahankan posisi puncak sebagai kabupaten dengan IPM terbaik di Kalbar (2023, 2024, dan 2025) di bawah kepemimpinan Bupati Satono.
Capaian IPM 72,08 menegaskan posisi Kabupaten Sambas sebagai daerah dengan kualitas hidup dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) paling unggul di wilayah Kalbar. Kenaikan IPM ini merupakan cerminan keberhasilan Pemerintah Daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yang diukur melalui tiga dimensi utama pembangunan:
1. Umur Panjang dan Hidup Sehat: Peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
2. Pengetahuan: Peningkatan akses dan kualitas pendidikan.
3. Standar Hidup Layak: Peningkatan daya beli dan kesejahteraan ekonomi.
Peningkatan indikator ini juga didukung oleh pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dinilai baik. Di tengah perlambatan kinerja APBD di beberapa daerah lain di Kalbar, Kabupaten Sambas justru mencatat pertumbuhan positif pada realisasi belanjanya. Hal ini mengindikasikan efisiensi penggunaan anggaran dan percepatan serapan yang berorientasi pada kesejahteraan publik.
Menanggapi capaian ini, Bupati Satono menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya yang tinggi kepada seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintahan.
“Alhamdulillah, capaian ini adalah buah dari kerja keras kita semua. Saya sampaikan terima kasih tak terhingga kepada seluruh jajaran pemerintah, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, pelaku usaha, hingga masyarakat di pelosok desa yang telah aktif bergotong royong,” ujar Bupati Satono, Kamis (6/11/2025).
Bupati menegaskan bahwa prestasi ini bukan milik pribadi kepala daerah, melainkan hasil sinergi total dan komitmen kuat dari seluruh masyarakat Sambas dalam pembangunan bersama.
Ke depan, Bupati Satono berharap momentum IPM tertinggi ini menjadi motivasi baru. Ia menargetkan agar Sambas dapat segera naik kelas ke kategori pembangunan manusia “sangat tinggi” di tahun-tahun mendatang. Untuk mencapai target ambisius tersebut, kolaborasi akan terus diperkuat dengan fokus utama pada peningkatan kualitas di tiga pilar IPM: pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat.







