KabarKalimantan.id – Puluhan tahun setelah inisiasi gerakan global World Cleanup Day, semangat untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat masih terus menyala. Di Kabupaten Landak, gaung gerakan ini dipusatkan di Terminal Bus Ngabang, yang menjadi lokasi utama aksi bersih-bersih massal.
Acara yang digelar pada Jumat pagi pukul 07.00 WIB ini berhasil menyatukan berbagai elemen masyarakat dan lembaga pemerintahan dalam sebuah sinergi positif. Aksi ini tidak hanya berfokus pada narasi, tetapi pada tindakan nyata untuk menanggulangi persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di banyak daerah.
Wujud Nyata Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta relawan dari Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA) Udas Borneo Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo.
Wakil Bupati Landak, Erani, yang mewakili Bupati Karolin Margret Natasa, menyampaikan apresiasi mendalam atas partisipasi seluruh pihak. Erani menegaskan bahwa gerakan ini adalah bukti komitmen bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Ini bukan hanya narasi, tetapi aksi nyata. Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi ada tindak lanjut ke depan,” ujarnya, menekankan pentingnya keberlanjutan dari aksi gotong royong ini.
Area Strategis yang Menjadi Target Utama
Aksi bersih-bersih ini difokuskan pada area-area vital yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, seperti Terminal Ngabang, Pasar Baru, dan Pasar Laut. Pemilihan lokasi ini menunjukkan kesadaran kolektif bahwa kebersihan harus dimulai dari ruang publik yang paling sering digunakan.
Antusiasme peserta, mulai dari warga, aparat pemerintahan, hingga mahasiswa, terlihat jelas sepanjang kegiatan. Mereka bahu-membahu mengumpulkan sampah dan membersihkan area yang kotor, menciptakan pemandangan yang inspiratif dan penuh semangat.
Edukasi dan Sinergi sebagai Kunci Keberlanjutan
Lebih dari sekadar membersihkan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menyuarakan pentingnya edukasi tentang pengelolaan sampah. Erani menekankan bahwa kesadaran kolektif harus dibangun mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten.
“Semangat gotong royong inilah yang akan menjadi fondasi keberhasilan gerakan ini di masa depan,” katanya, menggarisbawahi bahwa kolaborasi adalah kunci untuk mencapai tujuan jangka panjang.
Beliau juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh OPD dan instansi vertikal yang berpartisipasi, termasuk Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, Dinas Pertanian, Polres, Kodim, Kejaksaan, dan Pengadilan. Erani menambahkan bahwa peran media massa juga vital dalam mempublikasikan gerakan ini, bukan sebagai ajang pencitraan, melainkan sebagai inspirasi bagi masyarakat luas.
“Jika dilakukan bersama-sama, yang berat akan menjadi ringan. Kita percaya, dampaknya akan kita rasakan bersama di masa yang akan datang,” tutup Erani, mengakhiri sambutannya dengan optimisme.
Kegiatan World Cleanup Day 2025 di Kabupaten Landak ini tidak hanya berhasil membersihkan area vital, tetapi juga memberikan pesan kuat tentang pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan institusi pendidikan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat demi masa depan yang lebih baik.












