KabarKalimantan.id – Fenomena gerhana bulan yang terjadi pada Senin, 8 September lalu, disambut dengan khidmat oleh umat Muslim di Brunei Darussalam. Sebagai respons atas peristiwa alam ini, seluruh surau dan masjid di Brunei Darussalam menggelar salat sunah gerhana berjemaah pada dini hari.
“Seluruh masjid, surau dan balai ibadat di Negara Brunei Darussalam mengadakan Sembahyang Sunat Gerhana Bulan pada awal pagi tadi,” tulis Pelita Brunei dalam informasi daringnya selaku media resmi pemeritahan Brunei Darussalam.
Menurut khotbah khusus yang disampaikan oleh para khatib, gerhana merupakan salah satu tanda kebesaran dan kekuasaan Allah Subhanawata’ala. Rasulullah Salallahu’alaihiwasalam menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak ibadah saat terjadi gerhana, seperti salat, berdoa, berzikir, bersedekah, dan beristigfar.
Khotbah Khusus: Mengambil Pelajaran dari Gerhana
Khotbah tersebut menekankan pentingnya menjadikan gerhana sebagai momen introspeksi diri. Umat Islam diimbau untuk menyadari keagungan Allah dan memanfaatkan kesempatan ini untuk bertaubat serta memohon ampunan atas segala dosa.
Di Masjid Omar ‘Ali Saifuddien, Bandar Seri Begawan, salat sunah gerhana diimami oleh Imam Tingkat I, Awang Mohamad Hasnal bin Haji Mohamad. Sementara itu, Khotbah Khusus disampaikan oleh Penguasa Masjid, Awang Zulkifli bin Haji Murat.
Pejabat Pemerintah Turut Hadir
Acara salat gerhana di Masjid Omar ‘Ali Saifuddien juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Wakil Menteri Hal Ehwal Ugama, Yang Mulia Pengiran Dato Seri Paduka Haji Mohammad Tashim bin Pengiran Haji Hassan. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan dukungan pemerintah terhadap praktik keagamaan dan ajaran Islam.
Turut hadir pula Sekretaris Tetap Kementerian Hal Ehwal Ugama (KHEU), Awang Haji Mohammad Rosli bin Haji Ibrahim, serta para direktur dan staf dari berbagai departemen terkait. Partisipasi ini memperkuat semangat kebersamaan dalam menjalankan ibadah dan mengambil pelajaran dari setiap fenomena alam.
Kegiatan ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat Brunei bahwa setiap peristiwa di alam semesta adalah bukti kekuasaan Allah yang patut direnungkan.






