Opera Dayak Nyai Nyalong Apoi 2 Hidupkan Kembali Semangat Budaya di Palangka Raya

Opera Dayak Nyai Nyalong Apoi 2 tampil megah di Taman Budaya Kalteng, menyatukan seni, sejarah, dan identitas Dayak. Foto: Disparbudpora Kota Palangka Raya

KabarKalimantan.id – Malam budaya di Taman Budaya Kalimantan Tengah, Sabtu (27/9/2025), dipenuhi semangat dan tepuk tangan penonton ketika Opera Dayak Nyai Nyalong Apoi 2: Penumpasan Raja Asang Bukut dipentaskan secara spektakuler. Meski hujan mengguyur panggung terbuka, antusiasme masyarakat tetap tak surut.

Pementasan ke-39 yang digarap Yayasan Rumah Budaya Pajawan Tingang ini menampilkan kisah heroik Nyai Nyalong Apoi, sosok perempuan sakti yang memimpin rakyat melawan tirani Raja Asang Bukut. Kisah kepahlawanan ini dikemas melalui perpaduan tari, musik khas Dayak, vokal, dan dialog dramatis yang membuat penonton terhanyut lebih dari satu jam.

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, yang hadir membuka acara, menegaskan bahwa opera ini bukan sekadar hiburan semata.

“Pertunjukan Dayak Opera Nyai Nyalong Apoi 2 adalah bentuk nyata pelestarian nilai budaya dan sejarah lokal. Lewat seni, kita memperkuat wawasan kebudayaan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah,” ujarnya.

Kabid Kebudayaan Disparbudpora Palangka Raya, Ita Dwi Rahayu W, yang hadir mewakili Kepala Dinas, menambahkan bahwa dukungan pemerintah terhadap pertunjukan semacam ini penting untuk pengembangan kebudayaan daerah dan ekonomi kreatif.

Pementasan ini juga melibatkan kolaborasi antar sanggar dan komunitas seni di Palangka Raya, mulai dari penari, musisi, hingga kru panggung. Kerja kolektif tersebut membuahkan sebuah pertunjukan berkualitas yang mengangkat kebanggaan identitas Dayak.

Lebih dari sekadar hiburan, Opera Dayak ini menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk memahami nilai kepahlawanan, perlawanan terhadap penindasan, serta peran penting perempuan dalam sejarah lokal.

Dengan dukungan pemerintah daerah, komunitas budaya, dan masyarakat, Dayak Opera diharapkan tidak hanya menjadi ikon kebudayaan Kalimantan Tengah, tetapi juga mampu melangkah ke panggung nasional bahkan internasional.