KabarKalimantan.id – Sebanyak 15 santri terbaik yang tergabung dalam Kafilah Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Tingkat Nasional-Asia Tenggara asal Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) resmi dilepas oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Kalbar, Muhajirin Yanis. Pelepasan berlangsung dengan penuh semangat pada Senin (29/9/2025) sore.
MQK 2025 kali ini terasa istimewa karena selain diikuti oleh seluruh provinsi di Indonesia, ajang ini turut menghadirkan peserta dari kawasan Asia Tenggara. Muhajirin Yanis menilai ini adalah kesempatan emas bagi santri-santri Kalbar untuk menunjukkan potensi mereka di kancah yang lebih luas.
“Jangan berpikir kita dari daerah, lalu tidak percaya diri. Kita datang untuk bertandang, bersanding, dan bertanding,” pesan Kakanwil dengan penuh optimisme. Beliau mendorong para peserta agar mengikuti ajang ini dengan sportivitas dan niat tulus, tampilkan kemampuan terbaik, dan membawa nama Kalbar dengan kebanggaan.
Total 32 Anggota Kafilah Kalbar Siap Menuju Sengkang Wajo
Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAPKIS) Kanwil Kemenag Kalbar, Nahruji, merinci total anggota rombongan Kafilah Kalbar. “Kafilah Kalbar terdiri dari 15 santri, pendamping kabupaten/kota ada 8 orang dan panitia dari Kanwil 9 orang. Total 32 orang kafilah Kalbar,” ungkapnya.
Nahruji menjelaskan bahwa MQK merupakan musabaqah bergengsi bagi para santri dan mahasantri. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan mereka dalam melakukan kajian dan pendalaman Kitab Kuning (Kitab Turats). Proses ini dinilai krusial sebagai bagian dari kaderisasi ulama dan tokoh masyarakat di masa depan.
MQK Tingkat Nasional-Asia Tenggara akan dipusatkan di Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Pelaksanaan kegiatan dijadwalkan berlangsung pada tanggal 1 hingga 6 Oktober 2025.
Pesan Kunci: Jaga Kesehatan dan Menebar Perdamaian
Selain fokus pada capaian prestasi, Kakanwil Muhajirin Yanis juga berpesan agar seluruh peserta MQK menjaga kesehatan selama di Sulawesi Selatan. Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan kesempatan ini untuk menjalin silaturahmi dan memperluas jaringan dengan kafilah dari berbagai daerah, bahkan dari luar negeri.
Ajang MQK 2025 mengusung tema relevan: “Merawat Lingkungan dan Menebar Perdamaian dengan Kitab Turats.” Tema ini diharapkan menjadi spirit bagi para peserta untuk tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga berkontribusi aktif dalam isu-isu sosial dan lingkungan.
Pelepasan kafilah secara resmi ditandai dengan penyerahan bendera kafilah Kalbar oleh Kakanwil kepada Kabid PAPKIS yang bertindak sebagai ketua rombongan.








