Hama Tungro Serang Tujuh Desa di Tatah Makmur, Penyuluh Pertanian Lakukan Gerakan Pengendalian

Ilustrasi - Penyuluh Pertanian

KabarKalimantan.id — Serangan hama tungro mulai mengancam areal persawahan di Kecamatan Tatah Makmur, Kabupaten Banjar. Tujuh desa dilaporkan terdampak serangan hama yang dikenal mampu menurunkan hasil panen secara signifikan ini.

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tatah Makmur, Akhmadi, SP, menyampaikan bahwa serangan tungro telah terdeteksi di Desa Pemangkih Baru, Thaibah Raya, Tampang Awang, Pemangkih Darat, Layap Baru, Pemangkih Tengah, Jaruju Laut, dan Tatah Jaruju, pada Minggu (24/5/2025).

“Sekat-sekat tidak semua. Namun, ada tujuh desa yang sudah teridentifikasi terkena tungro,” jelas Akhmadi, didampingi Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Lesna Yunita, SP, serta para penyuluh pertanian setempat.

Sebagai langkah awal penanggulangan, pihak BPP bersama POPT dan petani telah menggelar gerakan pengendalian hama tungro, yang merupakan bagian dari dukungan terhadap program nasional swasembada pangan.

“Kegiatan ini penting agar petani paham bagaimana cara mengendalikan tungro agar tidak berimbas pada penurunan hasil panen,” tambah Akhmadi.

Ia juga menyinggung menurunnya produktivitas pertanian di Kabupaten Banjar dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, sudah tidak ada lagi istilah Kindai Limpuar sebutan lokal untuk panen padi yang melimpah.

Dalam kesempatan tersebut, Akhmadi juga mengungkap bahwa kelompok tani Berkat Sekawan dan Taruna Jaya Makmur di Desa Pemangkih Baru mengelola sekitar 65 hektar lahan, yang saat ini terindikasi terpapar serangan tungro.

“Kami berharap ini menjadi perhatian semua pihak agar pertanian di Banjar tidak semakin merosot,” pungkasnya.

Penyuluh pertanian terus melakukan edukasi dan monitoring intensif untuk mencegah penyebaran lebih luas, sekaligus memberikan pendampingan teknis kepada petani dalam menerapkan langkah-langkah pengendalian biologis maupun kimiawi terhadap tungro.