Bupati Nunukan Tinjau Pabrik PT BLG, Dorong Kemitraan Rumput Laut yang Adil dan Berkelanjutan

Irwan Sabri Tinjau Pabrik Rumput Laut PT BLG di Pinrang

KabarKalimantan.id — Usai menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Pinrang, Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, SE melanjutkan agenda kunjungannya dengan meninjau langsung fasilitas pengolahan rumput laut milik PT Biota Laut Ganggang (BLG), Selasa (17/6). Kunjungan ini dilakukan bersama jajaran pemerintah daerah, anggota DPRD, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

PT BLG dikenal sebagai salah satu perusahaan pengolahan rumput laut terbesar di Asia Tenggara, dengan kapasitas produksi skala industri dan jaringan distribusi yang menjangkau pasar nasional maupun internasional. Dalam kunjungan tersebut, rombongan Pemkab Nunukan disambut langsung oleh manajemen perusahaan dan mendapatkan penjelasan teknis mengenai rantai produksi, mulai dari penerimaan bahan baku, pencucian, ekstraksi, pengeringan, hingga pengepakan akhir.

Bupati Irwan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog langsung dengan jajaran manajemen PT BLG, membahas peluang kemitraan yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani rumput laut di Nunukan. Ia menekankan pentingnya sinergi yang saling menguntungkan antara petani dan industri pengolahan.

“Nunukan adalah salah satu lumbung rumput laut terbesar di Kalimantan Utara, namun para petani masih dihadapkan pada fluktuasi harga dan keterbatasan akses pasar. Kami ingin membangun kemitraan yang adil dan berkelanjutan, salah satunya melalui hubungan langsung antara kelompok petani dan industri seperti PT BLG,” jelas Irwan.

Ia berharap kemitraan ini mampu memberikan kepastian harga, membuka jalur distribusi yang lebih efisien, serta mendorong peningkatan kualitas produksi melalui pelatihan dan standardisasi mutu.

Manajemen PT BLG menyambut positif inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan untuk mengeksplorasi sejumlah skema kerja sama, termasuk pembentukan pola off-taker, pelatihan teknis bagi petani, hingga pembukaan jalur distribusi langsung dari Nunukan ke fasilitas pengolahan di Sulawesi Selatan.

Dalam waktu dekat, Pemkab Nunukan akan memfasilitasi pertemuan lanjutan antara kelompok petani dan pihak PT BLG guna membahas teknis implementasi kerja sama, termasuk mekanisme pengiriman, jaminan harga, dan sistem kontrol mutu.

“Kami yakin, dengan pola kemitraan yang disusun secara matang, kita dapat memperkuat ketahanan ekonomi petani rumput laut, meningkatkan kesejahteraan mereka, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih merata,” tegas Irwan.

Kunjungan ini menjadi penanda seriusnya langkah Pemkab Nunukan dalam mencari solusi nyata atas persoalan hilirisasi rumput laut. Langkah ini sekaligus mengukuhkan posisi Nunukan sebagai pusat produksi rumput laut nasional yang siap terhubung dengan industri pengolahan modern secara terintegrasi.