Kalbar  

Kepala Daerah Turun Tangan! Ini Pernyataan Tegas Bupati Erlina Soal Konflik Warga Sadaniang dan PT AHAL

Bupati Erlina Jamin Perjuangkan Tuntutan Warga Sadaniang Terkait PT AHAL

Kepala Daerah Turun Tangan! Ini Pernyataan Tegas Bupati Erlina Soal Konflik Warga Sadaniang dan PT AHAL. (FOTO: ISTIMEWA)

KabarKalimantan.id – Ratusan massa dari Desa Bumbun dan Desa Amawang, Kecamatan Sadaniang, kembali menggelar aksi di depan Kantor Bupati Mempawah pada Kamis, 25 September 2025. Aksi yang merupakan tindak lanjut dari tuntutan mereka terhadap PT Aria Hijau Alam Lestari (AHAL) ini langsung direspons oleh Pemerintah Daerah.

Bupati Mempawah, Erlina, didampingi Wakil Bupati, turun menemui massa dan melakukan dialog terbuka guna menyerap aspirasi yang disampaikan. Dalam pertemuan tersebut, Erlina menyampaikan komitmennya untuk menyelesaikan permasalahan yang berlarut-larut antara masyarakat dengan pihak perusahaan.

Pernyataan Tegas Bupati: Komitmen Mencari Solusi Terbaik

Menanggapi aspirasi yang disampaikan, Bupati Erlina memastikan bahwa dirinya akan berupaya keras menemukan solusi yang adil dan terbaik bagi semua pihak. Ia meminta kepercayaan dari masyarakat agar dapat maksimal dalam memperjuangkan tuntutan mereka.

“Ibu akan berusaha untuk mencari solusi yang baik antara masyarakat ibu sendiri dengan PT AHAL,” ujar Erlina di hadapan massa.

“Percayakan kepada ibu, kalau kalian tidak percaya kepada ibu bagaimana ibu memperjuangkan apa yang kalian inginkan,” tambahnya, menekankan pentingnya sinergi dan kepercayaan.

Bupati Erlina juga menegaskan langkah konkret yang akan dilakukannya, yaitu berbicara langsung dengan pihak PT AHAL terkait tuntutan warga.

“Maka itu, ibu akan berbicara langsung nanti dengan PT AHAL terkait dengan apa yang kalian inginkan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, untuk memastikan transparansi dan kejelasan, Erlina juga membuka kemungkinan untuk melibatkan perwakilan masyarakat. “Bilamana di dalam penyampaian ibu kepada PT AHAL masih ada yang kurang dapat diterima oleh masyarakat, ibu akan minta penjelasan kepada satu koordinator untuk dapat mendampingi ibu langsung ngomong ke PT AHAL,” lanjutnya.

Imbauan Jaga Kondusivitas dan Jaminan Menjadi Garda Terdepan

Dalam dialog tersebut, Bupati Erlina tidak lupa mengingatkan massa aksi untuk tetap menjaga ketertiban umum dan kondusivitas wilayah. Ia menegaskan bahwa penyampaian aspirasi adalah hak, namun ketertiban harus diutamakan.

“Bapak ibu sekalian, masyarakat ibu yang ibu cintai tolong jaga Kabupaten Mempawah kondusif. Demo boleh, aspirasi boleh sampaikan tetapi ibu juga berusaha untuk memperjuangkan keinginan masyarakat semuanya,” pesannya.

Lebih lanjut, Erlina memberikan jaminan bahwa ia akan berada di barisan terdepan untuk membela kepentingan masyarakat, selama langkah yang diambil tidak melanggar aturan hukum.

“Yang penting jangan sampai ibu melanggar aturan hukum. Sepanjang itu membela masyarakat dan tidak melanggar hukum, ibu yang akan menjadi garda terdepan untuk masyarakat Kabupaten Mempawah,” tegas Bupati.

Latar Belakang Aksi: Tuntutan yang Belum Terpenuhi

Aksi damai yang dilakukan ratusan warga Desa Bumbun dan Amawang ini merupakan yang kedua kalinya. Massa datang menggunakan kendaraan truk dan berjalan kaki menuju kantor Bupati Mempawah, membawa sejumlah baliho berisi tuntutan.

Iman Lewi Khornelis Bureni, salah satu peserta aksi, menjelaskan bahwa aksi ini dilakukan karena PT AHAL dinilai “gagal” dalam memenuhi kewajibannya untuk menyejahterakan masyarakat, sebagaimana diamanahkan oleh undang-undang.

“Jadi hari ini aksi kami yang ke-2 kali, tahap ke-2 demonstrasi damai masyarakat adat desa bumbun dan desa amawang Kecamatan sadaniang. Oleh karena PT AHAL sudah gagal dalam penilaian kami dalam memenuhi kewajibannya sebagaimana diamanahkan undang-undang untuk mensejahterakan masyarakat,” ujar Iman.

Ia juga menyampaikan ultimatum bahwa jika tuntutan tahap kedua ini tidak diindahkan, atau jika Gubernur/Bupati mengeluarkan izin baru atau melanjutkan izin PT AHAL tanpa sepengetahuan masyarakat adat yang dirugikan, maka Kepala Daerah harus bertanggung jawab penuh atas keputusan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Mempawah kini diharapkan segera mengambil langkah nyata untuk memfasilitasi penyelesaian konflik ini, sesuai dengan janji yang telah disampaikan oleh Bupati Erlina.