KabarKalimantan.id — Pengamat Politik Rocky Gerung kembali hadir di Universitas Balikpapan (UNIBA) membahas tentang progres pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) dan dampaknya terhadap masyarakat Kalimantan Timur, Jumat (14/6).
Dalam diskusi bersama mahasiswa dan para dosen, Rocky Gerung saling bantah dengan Rektor UNIBA, Isradi Zainal tentang progres pembangunan IKN di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Kehadiran Rocky kali kedua di Kampus Uniba, dimana perbedaaan pendapat soal pembangunan IKN kerap terjadi antara Rocky dan Rektor Isradi.
Rocky mengatakan dihadapan para mahasiswa dan dosen UNIBA jika pembangunan IKN itu hanya delusi dan ambisi seorang Jokowi. Karena kita tahu tidak ada orang asing mau invest kesana.

“Semua orang tahu bahwa keadaan dunia dan soal isu lingkungan serta kondisi stabilitas politik yang sedang berlangsung di Indonesia yang justru akan membatalkan para investor untuk IKN. Jokowi karena mimpinya sudah betul-betul delusi, itu hanya ambisi seorang Jokowi,” kata Rocky.
Rocky Gerung juga menyinggung jika baru-baru ini Presiden Jokowi bahas soal Judi Online, dimana perputaran uang di situs judi online itu sebanyak embus Rp327 triliun sepanjang 2023.
“Bayangkan saja, judi online itu sudah menjerat 2,7 juta warga Indonesia. Celakanya, mayoritas dari 2,7 juta orang itu merupakan anak muda. Judi Online tembus Rp327 triliun, sementara anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) disumbangkan Rp 89,4 triliun untuk IKN, itu dari total Rp466 triliun, bayangkan saja jika akal anak-anak muda kita dipakai untuk mencerdaskan mereka anak-anak muda, kenapa harus pembangunan yang belum jelas nanti,” timpal Rocky.
Rocky juga mengatakan soal bahaya pengrusakan hutan dan mengeksploitasi lingkungan di Kalimantan Timur. Hak rakyat dirampas sehingga ia mengatakan jika kedepa masa depan untuk masyarakat di rusak karena pemikiran orang-orang yang punya ambisi sendiri.
“Harusnya yang diperbaiki jalan pikiran, bukan bangun jalan tol di IKN,” tambah Rocky.
Sementara itu Rektor UNIBA Isradi Zainal menambahkan jika apa yang dikritik Rocky Gerung juga ada benarnya, tetapi baginya proyek pembangunan IKN itu akan berjalan dengan baik dan progres pengerjaan sementara berlangsung.
Rektor Isradi mengatakan jika dirinya setiap minggu ke IKN dan terus memantau progres pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), ia memastikan disana dipastikan siap huni pada tahun ini.
“Saya undang pak Rocky karena beliau orang jujur, meski berbeda dengan pendapat saya. Saat ini progres pembangunan tahap pertama IKN sudah mencapai 80,82 persen. Saya sebut juga pak Rocky jika anggaran IKN itu multiyears. Anda juga mengatakan proyek akan gagal, saya bilang begini bung Rocky, kira-kira disana Kantor Kepresidenan disana sudah mencapai 90 persen, Istana Presiden 80 persen, Kantor Kementeriaan 80 persen, dan semua hampir selesai, sudah terlaksana dan hampir selesai, saya perkirakan bulan juli semua sudah selesai, saya sampaikan itu karena saya sering kesana,” ungkapnya.

Rektor IZ sapaan akrabnya juga mengatakan jika upaya untuk upacara 17 Agustus (IKN) sudah siap. Meski tak semeriah dari rencana sebelumnya. “Nah mengenai air, kalau disini (IKN) bukan tidak ada air tanah, tetapi air dari permukaan sungai dan air hujan sebagai pemanfaatan disana, dan proses pembuatan ada empat DAM disana.
Lanjut Rektor IZ menimpal jika Bendungan Sepaku Semoi memiliki luas genangan 322 hektar dengan kapasitas tampung 16,17 juta meter kubik. Bendungan ini juga diharapkan dapat mereduksi banjir 68 persen kawasan terdampak yakni seluas 1.700 hektar. Pembangunan Bendungan Sepaku Semoi berada dibawah tanggung jawab Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR. Semua itu dalam proses dan ditargetkan tahun ini selesai.
“Soal investor, didahulukan investor lokal pak, semua lokal dulu yang masuk bahkan kalau investor asing juga sudah ada yang memulai. Ada yang sudah meninjau lapangan, ada sudah pada tahap invest analisis, mereka ini orang pintar dan kalau melihat UU dalam proyek IKN hingga 2045,” pungkasnya.
Diakhir diskusi, semakin rius saat Rocky mengatakan,”Semoga Uniba kembali kejalan yang benar” tutup Rocky.
Dalam diskusi tersebut hadir juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi Darma Wirawan Kalimantan Timur Universitas Balikpapan Dr. Rendi Susiswo Ismail dan sejumlah civitas akademika Universitas Balikpapan.












